Hubungan dan Perbedaan Al-Quran dengan Kitab Suci Lainnya

Diposting pada

Vadcoy.com – Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Pada kali ini Mang Ocoy ingin membagikan Mapel Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan materi “Hubungan dan Perbedaan Al-Quran dengan Kitab Suci Lainnya”.

Materi tersebut merupakan Mapel PAI dan BP untuk kelas 11 SMA/SMK yang akan adek-adek pelajari. Mang Ocoy mengambil referensi materi tersebut dari buku Paket PAI dan BP Kelas 11 SMA/SMK. Semoga bisa bermanfaat bagi adek-adek kelas 11 SMA/SMK semuanya!

Hubungan Al-Quran dengan Kitab Suci lain

1. Menjadi saksi kebenaran (asalkan tidak bertentangan dengan isi Al-Qur’an), dan menjadi tolok ukur atau barometer kebenaran terhadap kitab-kitab sebelumnya. Sebaliknya, Al-Qur’an juga menjadi saksi atas kesalahannya, sehingga fungsi lain Al-Qur’an adalah menjadi pemelihara (Q.S. al-Māidah/5: 48).
2. Menjadi solusi, menjawab, dan menjelaskan perbedaan atau perselisihan yang muncul di antara para penganut agama (Q.S. anNahl/16: 64).
3. Mengoreksi isi kitab suci sebelumnya yang sudah diubah sendiri oleh pemeluknya (dengan berbagai kepentingan duniawi), dan oleh manusia yang ingkar, antara lain:
   1) Keyakinan tentang ‘Trinitas’. Keyakinan ini ditolak dengan keras oleh Al-Qur’an, sebagaimana isi kandungan Q.S. al-Māidah/5: 73.
   2) Kedudukan dan Penyaliban Nabi Isa a.s. (Q.S. Āli Imrān/3: 49-59, Q.S. an-Nisā’/4: 157-158).
Sebagai orang yang beriman, kita wajib meyakini bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para Nabi dan Rasul. Al-Quran memaparkan bahwa ada 4 (empat) Kitabullah yang harus kita
yakini.
Keempat kitab tersebut adalah Al-Quran, Injil, Zabur dan Taurat. Adapun Nabi yang menerimanya adalah Nabi Muhammad SAW, Isa as, Daud as, dan Musa as.

Perbedaan Al-Quran dengan Kitab Suci lain

1. Al-Qur’an menjadi satu-satunya Kitab Suci yang masih utuh, dan dijamin keasliannya. Hal ini karena setiap kali wahyu (ayat/ surat) turun, langsung disampaikan Nabi kepada sahabatnya untuk ditulis dan dihafal.
Nabi juga menyebutkan dimana ayat atau surat yang baru diwahyukan itu harus diletakkan, kemudian setiap bulan Ramadhan, seluruh bagian Al-Qur’an yang sudah diturunkan, diperiksa dan ditetapkan ulang oleh Nabi Saw. bersama malaikat Jibril (Perhatikan kandungan isi Q.S. al-Hijr/15:9).
Sebaliknya, kitab suci lainnya sudah tidak utuh, tidak ada naskah aslinya, dan mengalami banyak perubahan, penyimpangan, dan pengurangan sekaligus penambahan.
2. Al-Qur’an menjadi satu-satunya standar yang paling layak untuk dijadikan sebagai pedoman kebenaran bagi umat manusia, karena mengandung kebenaran mutlak yang bersumber dari Allah Swt. 
Hal ini, dapat dikaji dari isyarat ilmiah yang dikandungnya semakin terbukti kebenarannya, misalnya penciptaan alam semesta dalam enam ‘hari’/periode; matahari memancarkan sinar, sementara cahaya bulan adalah cahaya pantulan.
Fir’aun mati tenggelam saat berusaha mengejar Nabi Musa a.s. (perhatikan Q.S. Yūnus/10: 92), sedangkan Kitab Suci lainnya tidak bisa dijadikan standar kebenaran, karena sudah banyak intervensi oleh tangan jahil manusia dalam bentuk penggantian dan perubahan.
3. Al-Qur’an satu-satunya Kitab Suci yang ditulis sejak masa turunnnya, dan dihafal oleh ratusan, ribuan, dan jutaan umat Islam, baik itu di masa Rasulullah Saw., sahabat, tabiin, maupun umat Islam masa kini. 
Sehingga keaslian dan redaksinya terjamin dan disepakati keabsahannya oleh semua umat Islam, dan bahkan di kalangan orientalis. Hal yang seperti ini, tidak ditemukan dalam Kitab Suci lainnya.
Silahkan baca juga:  Nabi Muhammad Panutanku, Mapel PAI Kelas 3 SD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *