Teknik Dasar dalam Olahraga Polo Air

Diposting pada

Vadcoy.com – Pada postingan kali ini, Mang Ocoy mau membagikan Materi Teknik Dasar dalam Olahraga Polo Air pada Mapel Penjaskes atau Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Dalam olahraga polo air, ada dua macam latihan teknik, yaitu teknik renang polo air dan teknik dengan bola. Dalam teknik renang polo air, pada dasarnya semua pemain harus menguasai beberapa teknik gaya renang antara lain gaya bebas, gaya samping, gaya dada, gaya punggung, injak-injak air, dan loncat-loncat di air.

Teknik Dasar Olahraga Polo Air

Teknik Dasar dalam Olahraga Polo Air

Adapun urutan teknik terbaik dalam olahraga polo air adalah sebagai berikut.

1. Permulaan Permainan

Pada awal setiap babak, para pemain mengambil posisi pada garis gawangnya masing-masing dengan jarak kira-kira 1 meter antara pemain satu dengan lainnya dan minimal 1 meter dari tiang gawang. Jika lebih dari dua pemain di antara tiang gawang, maka tidak di perbolehkan.

Apabila kedua tim sudah siap, lalu wasit membunyikan peluit sebagai tanda di mulainya pertandingan, selanjutnya di lakukan pelemparan bola ke tengah-tengah lapangan permainan.

Apabila terjadi gol, tim yang kebobolan akan memulai kembali permainan dan semua pemain harus mengambil posisi dalam daerah sendiri, di belakang garis tengah.

Seorang pemain dari tim harus memulai kembali permainan dengan mengambil tempat di tengah-tengah lapangan permainan.

Saat ada tanda peluit wasit dan setelah bola di lemparkan oleh wasit, dia harus segera memulai permainan dengan melemparkan bola kepada pemain lain dari timnya yang berada di belakang garis tengah pada waktu ia menerima bola itu.

Adapun permulaan yang salah, maka harus di ulang kembali.

2. Gol

Bola akan dinyatakan masuk, jika seluruh bagian bola melewati garis gawang di antara kedua tiang gawang dan mistar gawang.

Gol bisa di ciptakan dengan menggunakan semua anggota tubuh, kecuali dengan tangan yang di kepalkan. Asalkan saat permulaan bola tersebut telah di mainkan oleh dua orang pemain atau lebih. Gol bisa tercipta oleh setiap anggota tim dan dari posisi mana pun di area lapangan permainan.

3. Lemparan Gawang

Wasit harus membunyikan peluit segera mungkin setelah bola melewati garis gawang. Jika seluruh bagian bola melewati garis gawang, tapi tidak masuk di antara mistar gawang, dan bola terakhir di sentuh oleh tim penyerang, maka lemparan gawang di berikan kepada penjaga gawang yang mempertahankan gawangnya.

Silahkan baca juga:  Meneladani Sifat Rasul-rasul Allah dengan Santun

Dan jika ada kesalahan dalam lemparan gawang, maka harus di ulangi oleh penjaga gawang.

4. Lemparan Sudut / Penjuru

Adapun lemparan penjuru akan dilakukan, jika terjadi hal berikut.

  • Bola melewati garis gawang, di antara kedua garis gawang yang terakhir di sentuh oleh pemain bertahan.
  • Seorang penjaga gawang pada waktu melakukan lemparan bebas atau lemparan gawang, sebelum bola itu di sentuh oleh pemain lainnya mengambilnya kembali dan masuk ke dalam gawang.
  • Pemain melakukan suatu lemparan bebas, mengoperkan bola itu kepada penjaga gawang sendiri dan sebelum pemain lainnya menyentuhnya.

5. Lemparan Bebas

Adapun lemparan bebas adalah hukuman terhadap kesalahan-kesalahan biasa. Lemparan ini dilakukan dari tempat terjadinya kesalahan tersebut. Seorang pemain yang mendapatkan lemparan bebas bisa langsung mengoperkan bola kepada kawan atau dengan menggiring lebih dulu, baru mengoperkannya.

Bola dari lemparan bebas bisa langsung di tembakkan ke gawang, setelah di sentuh oleh seorang pemain kawan maupun lawan dan melewati garis gawang di antara kedua tiang gawang. Kesalahan ada dua macam, yaitu kesalahan biasa dan kesalahan berat. Kesalahan biasa hukumannya lemparan bebas, sedangkan kesalahan berat hukumannya dengan penalti.

6. Lemparan Netral

Lemparan netral di berikan wasit apabila para pemain dari tiap tim melakukan kesalahan secara bersamaan. Sehingga wasit tidak bisa menentukan pemain mana yang melakukan kesalahan lebih dulu.

7. Lemparan Wasit

Adapun ketentuan mengenai lemparan yang di lakukan oleh wasit adalah sebagai berikut.

  • Permainan harus di hentikan jika terdapat pemain yang sakit, terjadi kecelakaan, atau jika terdapat dua orang pemain atau lebih, dari tim yang berlawanan dalam waktu yang bersamaan membuat kesalahan.
  • Bola yang di lemparkan wasit harus sedemikian rupa sehingga pemain-pemain dari kedua tim itu mempunyai kesempatan yang sama untuk mencapai bola itu setelah bola tersebut menyentuh air.
  • Jika lemparan wasit itu bolanya jatuh di air dan menguntungkan salah satu tim, lemparan harus diulang. Bola keluar, maka bola dinyatakan keluar lapangan permainan, jika bola melewati salah satu garis sisi lapangan. Tindakan selanjutnya adalah melakukan lemparan bebas. Lemparan bebas akan diberikan kepada pemain dari tim lawannya yang terdekat pada tempat bola itu meninggalkan lapangan permainan.
Silahkan baca juga:  Hubungan dan Perbedaan Al-Quran dengan Kitab Suci Lainnya

8. Pelanggaran Biasa

Berikut ini adalah beberapa contohkejadian yang mengakibatkan pelanggaran biasa.

  • Ikut serta dengan aktif dalam pertandingan ketika berdiri pada dasar kolam, berjalan pada dasar kolam pada waktu pertandingan berlangsung.
  • Memasukkan atau menahan bola ke bawah permukaan air ketika diserang.
  • Memegang bola dengan kedua tangan pada waktu bersamaan.
  • Mendorong atau bertolak dari seorang lawan.
  • Membuang-buang waktu.
  • Melakukan lemparan pinalti lain dari cara yang ditetapkan.
  • Menunda-nunda ketika melakukan suatu lemparan bebas, lemparan gawang, atau lemparan sudut.

9. Pelanggaran Berat

Seorang pemain telah melakukan pelanggaran berat jika melakukan hal-hal sebagai berikut.

  • Memegang, menenggelamkan, atau menarik ke belakang seorang pemain lawan yang tidak memegang bola.
    Menyepak/menendang atau memukul lawan untuk membuat gerakan-gerakan yang mengarah ke perbuatan demikian.
  • Membuat suatu kesalahan di daerah 4 meter yang kalau terjadi mungkin gol akan tercipta.
  • Menunjukkan sikap menentang pada petugas.
  • Melakukan tindakan yang kasar/brutal terhadap pemain lawan atau petugas. Lemparan bebas harus diberikan pada tim lawan, sedangkan pemain yang bersalah harus dikeluarkan untuk sisa waktu pertandingan dan tidak boleh diganti.
  • Mengganggu dalam pengambilan suatu lemparan bebas, lemparan sudut, lemparan gawang, atau lemparan pinalti.

10. Pelanggaran Perorangan

Seorang pemain yang melakukan pelanggaran berat di lapangan permainan akan di berikan suatu pelanggaran perorangan. Jika pemain itu di berikan tiga kali pelanggaran perorangan, maka dia harus dikeluarkan dari sisa waktu pertandingan.

Pemain penggantinya bisa masuk dari garis gawangnya dari tempat yang terdekat dengan pengawas gawang setelah waktu pengeluaran berakhir.

Apabila pelanggaran perorangan untuk yang ketiga kali tersebut di berikan karena pelanggaran yang menyebabkan suatu lemparan pinalti diberikan, maka pemain penggantinya harus segera masuk sebelum lemparan pinalti tersebut di laksanakan.

Silahkan baca juga:  Prinsip Etos Kerja Muslim dan Manfaat Etos Kerja

11. Lemparan Pinalti

Adapun lemparan pinalti harus diberikan pada tim yang melakukan pelanggaran. Berikut ini hal-hal penting dalam melakukan lemparan pinalti.

  • Ketika lemparan pinalti di berikan, pemain yang melakukan pelanggaran hendaknya di keluarkan dari air hanya jika pelanggaran tersebut sedemikian beratnya sehingga mempunyai alasan untuk mengeluarkannya dari air untuk sisa waktu pertandingan.
  • Lemparan pinalti bisa dilakukan oleh siapa saja dari suatu tim, kecuali penjaga gawang. Pemain yang melakukan lemparan boleh melakukannya dari posisi mana saja pada garis 4 meter lapangan permainan lawan.
  • Segera melakukan lemparan setelah ada isyarat dari wasit dengan gerakan yang tidak terputus-putus sebelum bola meninggalkan tangan pelempar.
  • Lemparan pinalti di mulai dengan mengangkat bola dari permukaan air atau mengacungkan/mengangkat bola dengan tangan. Atau, membawa bola ke belakang dari arah lawan untuk persiapan melempar ke depan.
  • Untuk penjaga gawang, bagian tubuhnya yang berada di atas permukaan air tidak di perbolehkan melampaui garis gawang.

12. Bola Keluar

Apabila seorang pemain menyebabkan bola keluar lapangan pada salah satu sisi kolam, maka tim lawan akan memperoleh lemparan bebas, yang harus dilakukan dari tempat di mana bola tersebut keluar.

Jika bola keluar lapangan permainan antara garis gawang dengan garis 2 meter maka lemparan bebas harus dilakukan dari garis 2 meter di sisi kolam sebelah kanan di mana bola keluar.

Apabila bola menyentuh atau tersangkut pada rintangan yang berada di atas kepala, bola akan di anggap keluar lapangan permainan dan wasit harus menghentikan permainan serta melemparkan bola ke dalam air sebagai lemparan netral.

13. Waktu Tambahan

Perpanjangan waktu di berlakukan jika pertandingan berakhir dengan angka sama atau seri. Dengan catatan dalam pertandingan tersebut harus ada pemenangnya. Pertandingan tambahan adalah 2 babak kali 3 menit bersih, dengan istirahat 1 menit antara dua babak tersebut untuk pergantian tempat.

Itulah Materi Teknik Dasar dalam Olahraga Polo Air pada Mapel Penjaskes atau Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang bisa Mang Ocoy sampaikan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda semua!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *