Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Diposting pada

Vadcoy.com – Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Pada kali ini Mang Ocoy ingin membagikan materi “Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan” pada Mapel Biologi. Silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

A. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

1. Faktor lnternal

Faktor internal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan meliputi gen dan hormon (hormon pada tumbuhan disebut fitohormon). Beberapa horrnon yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan yaitu.

a. Auksin

Auksin di produksi di bagian koleoptil (titik tumbuh), ujung batang ujang akar, serta jaringan lain yang bersifat meristematis.

Bagian ini memiliki beberapa peran, seperti: pembelahan dan pemanjangan sel, menghambat pembentukan tunas samping dan merangsang dominansi apikal, mencegah rontoknya bunga, daun, dan buah, merangsang pembentukan bunga dan buah, serta memacu pertumbuhan akar pada tanaman yang di kembangbiakkan dengan stek.

b. Giberelin

Giberelin di produksi di semua bagian tumbuhan. Beberapa fungsi hormon giberelin, yaitu: merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel, merangsang perkecambahan biji dan memecah dormansi biji, merangsang perbungaan dan pembentukan buah, menghambat pertumbuhan akar adventif.

c. Sitokinin

Sitokinin di produksi pada jaringan yang aktif membelah, seperti akar. Bagian ini memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan, antara lain: merangsang pembelahan sel, membantu pembentukan akar dan tunas, memperkecil dominasi apikal, menunda pengguguran daun, mengatur pembentukan bunga dan buah, serta menghambat proses penuaan.

d. Etilen

Etilen merupakan satu-satunya hormon yang berbentuk gas. Gas etilen di produksi pada Jaringan buah yang sudah tua, di ruas batang, dan Jaringan daun tua. Beberapa peranan hormon etilen, yaitu: merangsang absisi (pengguguran daun), menghambat pembelahan sel dan menunda perbungaan, dan mempercepat pemasakan buah.

e. Asam absisat

Asam absisat di produksi di daun, batang, dan buah yang masih muda. Beberapa fungsi asam absisat, yaitu: merangsang pembusukan buah, menghambat pertumbuhan, mempercepat gugurnya daun, merangsang penutupan stomata (mulut daun) sehingga mengurangi penguapan.

f. Kalin

Merangsang pertumbuhan organ tumbuhan (organogenesis) merupakan fungsi dari hormon kalin. Berdasarkan jenis organ tumbuhan yang di bentuk, hormon kalin di bedakan menjadi empat macam, yaitu antokalin (memengaruhi pembentukan bunga), filokalin (memengaruhi pembentukan daun), kaulokalin (memengaruhi pembentukan batang), dan rizokalin (memengaruhi pembentukan akar).

Silahkan baca juga:  Beberapa Persiapan Dalam Pertunjukan Musik Sekolah

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu:

a. Air

Air merupakan faktor yang sangat penting bagi tumbuhan. Beberapa fungsi dari air, yaitu sebagai pelarut, menentukan laju fotosintesis; membantu proses perkecambahan biji, sebagai medium berbagai reaksi enzimatis, serta mengangkut unsur hara maupun hasil fotosintesis.

b. Nutrisi

Nutrisi umumnya di ambil dari dalam tanah dalam bentuk Ion dan kation, sebagian lagi di ambil dari udara. Unsur-unsur yang di butuhkan dalam jumlah yang banyak disebut unsur makro (C, H, O, N, P, K, S, Ca, Mg).

Adapun unsur-unsur yang di butuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (B, Mn, Mo, Zn, Fe, Cu, Ce). Tumbuhan yang kekurangan nutrisi dapat mengalami defisiensi Defisiensi mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman dan jika berkelanjutan akan mengakibatkan kematian.

c. Cahaya

Tumbuhan hijau membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesis. Proses fotOsintesis menghasilkan zat-zat makanan bagi tumbuhan. Cahaya dapat memicu pembentukan klorofil, perkembangan akar, dan pembukaan daun.

Akan tetapi, pada kenyataannya pertumbuhan tanaman dengan intensitas sinar matahari yang lebih banyak akan lebih lambat jika di bandingkan dengan tanaman yang kekurangan sinar matahari, hal ini di sebabkan karena intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat menguraikan auksin.

Pertumbuhan batang kecambah di tempat gelap lebih cepat (lebih panjang) di bandingkan di tempat terang. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap” |ni disebut etiolasi.

Tumbuhan memiliki respons yang berbedabeda terhadap lama penyinaran cahaya matahari. Berdasarkan respons tumbuhan terhadap waktu terang atau waktu gelap, tumbuhan dapat di bedakan menjadi:

Tumbuhan hari pendek adalah tumbuhan yang berbunga pada saat lamanya siang kurang dari 12 Jam (lamanya siang lebih pendek di banding lamanya malam) Contohnya ubi jalar.

Silahkan baca juga:  Manfaat Teknologi Berbasis Komputer pada Proses Pembelajaran

Tumbuhan hari panjang adalah tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran lebih dari 12 jam (14 16–jam) sehari. Contohnya kembang sepatu.

Tumbuhan hari netral adalah tumbuhan yang berbunga hampir sepanjang musim, tidak tergantung lamanya siang hari. Contohnya mentimun, padi, dan kapas.

Tumbuhan hari sedang adalah tumbuhan yang berbunga pada saat lama siang sekitar 12 Jam. Contohnya tebu dan kacang.

d. Suhu

Suhu berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan, antara lain memengaruhi kerja enzim. Setiap spesies atau varietas mempunyai suhu minimum, rentang suhu optimum, dan suhu maksimum. Suhu optimum untuk pertumbuhan tumbuhan berkisar antara 10°-38°C.

e. pH

pH tanah dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Kondisi pH memengaruhi ketersediaan unsur hara yang di perlukan tumbuhan. Pada kondisi pH tanah netral unsur-unsur Ca, Mg, P, K yang diperlukan tumbuhan cukup tersedia. Sedangkan pada pH asam, unsur Ae, Mo, Zn yang dapat meracuni tubuh tumbuhan tersedia di dalam tanah.

f. Kelembapan

Tanah dengan kelembapan yang cukup dapat meningkatkan penyerapan air sehingga mampu mempercepat pertumbuhan tanaman dan membantu perkecambahan biji.

g. Aerasi

Tanah di katakan aerasinya baik apabila memiliki kandungan oksigen yang cukup Aerasi tanah yang cukup, memberikan kesempatan sel-sel akar untuk melakukan respirasi. Respirasi akar akan bermanfaat dalam perkembangan sel-sel akar dan juga berguna untuk membantu penyerapan nutrisi dari dalam tanah. Jika aerasi tidak baik, respirasi akar akan terganggu sehingga mengganggu pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi.

B. Percobaan pengaruh faktor eksternal terhadap pertumbuhan tumbuhan

Contoh percobaan mengenai pengaruh faktor eksternal terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu pengaruh air terhadap proses perkecambahan.

1. Tujuan percobaan:

Siswa dapat mengetahui pengaruh air terhadap proses perkecambahan biji kacang hijau.

2. Alat dan bahan yang di perlukan:

  • Cawan petri sebanyak tiga buah yang di beri label (misalnya label A, B, dan C).
  • Kapas secukupnya
  • Air sumur.
  • 15 biji kacang hijau yang sehat dan cukup umur.
Silahkan baca juga:  Langkah-langkah Dalam Menulis Iklan

3. Langkah percobaan:

  • Siapkan tiga buah cawan petri yang telah ciiberi label (misalnya A, B, dan C).
  • Letakkan kapas secukupnya pada setiap cawan petri.
  • Selanjutnya Ietakkan 5 buah biji kacang hijau pada masing-masing cawan petri;
  • Pada cawan petri A, kapas di biarkan tanpa di beri air. Cawan petri B, kapas di tetesi airsampai basah.
  • Sementara itu, pada cawan petri C di basahi dengan air hingga tergenang.
  • Cawan petri B di siram setiap hari dengan air secukupnya untuk menjaga kandungan airnya, Sedangkan cawan petri C di siram setiap hari sampai tergenang.
  • Lakukan pengamatan selama 7 hari.

4. Hasil percobaan diperoleh:

Biji kacang hijau pada cawan petri B dapat tumbuh, sedangkan biji kacang hijau pada cawan petri A dan C tidak dapat tumbuh. Adapun biji pada cawan petri B dapat tumbuh karena tersedianya air yang cukup pada proses perkecambahan.

Biji memerlukan oksigen untuk proses respirasi daiam perkecambahan. Pada cawan petri B tersedia oksigen untuk proses perkecambahan karena media tanam (kapas) dan biji tidak tergenang air.

Biji pada cawan petri A tidak dapat tumbuh karena tidak adanya air pada kapas. Air diperlukan dalam perkecambahan biji. Saat perkecambahan air di gunakan untuk mengaktifkan enzim-enzim dalam biji. Tanpa air, perkecambahan biji akan tertunda (dormansi).

Sedangkan pada cawan petri C, biji tidak dapat tumbuh karena media dan biji kacang hijau selalu tergenang air. Hal tersebut mengakibatkan biji pada cawan petri berada dalam kondisi kekurangan oksigen. Seperti yang telah di ketahui bahwa oksigen di butuhkan untuk proses metabolisme.

Melalui metabolisme tumbuhan mendapatkan energi yang di butuhkan untuk pertumbuhan. Sehingga, kondisi kekdrangan oksigen mengakibatkan tumbuhan tidak dapat melakukan metabolisme untuk mendapatkan energi. Akibatnya, biji kacang hijau pada cawan petri C tidak ada yang berkecambah.

Itulah materi “Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan” pada Mapel Biologi yang bisa Mang Ocoy sampaikan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda semua!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *