Mengenal BJ Habibie, Presiden Ke-3 Republik Indonesia

Vadcoy.com – BJ Habibie atau Bacharuddin Jusuf Habibie adalah presiden Indonesia yang ketiga. Presiden Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936 dan meninggal pada 11 September 2019 di RSPAD Jakarta.

Dikutip dari Kepustakaan Presiden, BJ Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo.

Pada 12 Mei 1962, BJ Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Sejarah Masa Kecil BJ Habibie

Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan BJ Habibie sejak kanak-kanak.

Sejak kecil, BJ Habibie gemar menunggang kuda.

Beliau harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung.

Tak lama setelah bapaknya meninggal, BJ Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School.

Pendidikan BJ Habibie

Pada masa SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta.

Karena kecerdasannya, BJ Habibie menjadi sosok favorit di sekolah.

Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB).

Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960.

BJ Habibie kemudian mendapatkan gekar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965.

Habibie menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak.

Pada tahun 1967, BJ Habibie menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Baca juga:  Cara Mendapatkan Sertifikasi Pendidikan Kewirausahaan

Prestasi BJ Habibie

Langkah-langkah yang ditempuh BJ Habibie dalam pendidikan banyak dikagumi, penuh kontroversi.

Beliau memiliki banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya.

BJ Habibie pernah meraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award.

Setiap kembali dari Jerman, beliau selalu menjadi berita.

Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude.

Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Menjabat Menjadi Presiden Indonesia

Habibie muda di usia 20 tahunan, sudah dipercayai menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT.

Ia juga pernah memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dan kemudian dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI.

Beliau kemudian disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto pada 1998.

Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945.

Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka.

Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI.

Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Kata-kata Mutiara BJ Habibie

1. “Pemimpin sejati itu adalah senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek. Kemauan belajar tersebut ditujukan untuk dirinya dan rakyatnya.”

2. “Bila saudara menjadi pemimpin untuk bangsa ini, jangan lupa untuk mendedikasikan waktu dan bekerja keras selama 24 Jam penuh dalam masa kepemimpinannya.”

3. “Jadilah anak muda yang produktif, sehingga menjadi pribadi yang profesional dengan tidak melupakan dua hal, yaitu iman dan takwa.”

4. “Ketika muda kita habisi dengan bermalas-malasan maka tua juga akan malas-malasan lalu tak terasa besok mati, namun kalau kita banyak belajar dan banyak analisa maka saat dia tua dia menang.”

Baca juga:  15 Pertanyaan saat Interview Melamar Kerja dan Cara Menjawabnya Tahun 2020

5. “Kalau ditanya Habibie umur berapa? Saya jawab 90-10, namun jiwanya saya tetap 17 tahun dik, karena hidup ini hanya 24 jam sehari maka kita perlu melakukan hal yang bermanfaat.”

Sumber: Tribunews