Definisi Passive Voice

Passive Voice adalah sebuah struktur kalimat di mana subjek menerima aksi, bukan melakukan aksi. Dalam Passive Voice, fokus diletakkan pada objek atau apa yang menerima aksi, sedangkan subjek yang melakukan aksi menjadi kurang penting atau bahkan disembunyikan.

Dalam bahasa Indonesia, Passive Voice ditandai dengan penggunaan kata kerja bantu “di-” atau “ter-“. Contoh kalimat passive voice dalam bahasa Indonesia adalah “Buku ini dibaca oleh saya” atau “Mobil itu terparkir di garasi”.

Penggunaan Passive Voice dapat memberikan penekanan pada objek, menyembunyikan pelaku aksi, atau menjelaskan situasi di mana pelaku aksi tidak diketahui atau tidak ingin disebutkan.

Meskipun Passive Voice dapat berguna dalam beberapa situasi, penggunaannya yang berlebihan dapat membuat kalimat terasa kaku dan sulit dipahami. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan Active Voice, di mana subjek melakukan aksi, untuk menyampaikan pesan secara lebih jelas dan langsung.

Definisi Passive Voice

Hai, pembaca yang budiman! Apakah kamu pernah mendengar tentang istilah “passive voice”? Jika belum, jangan khawatir, karena kali ini saya akan menjelaskan konsep ini secara singkat dan mudah dipahami. Passive voice adalah salah satu konstruksi kalimat dalam bahasa Indonesia yang memiliki ciri khas tersendiri. Biasanya, passive voice digunakan ketika subjek dalam kalimat tidak melakukan aksi, melainkan menerima atau menjadi objek dari aksi yang dilakukan oleh pelaku (atau objek) lain.

Pada umumnya, kalimat dalam passive voice dibentuk dengan menggunakan kata kerja bantu “di” atau “ter” diikuti oleh kata kerja utama yang diubah menjadi bentuk pasif. Misalnya, kalimat aktif “Ani membeli buku” dapat diubah menjadi kalimat pasif “Buku dibeli oleh Ani.” Pada kalimat pasif ini, fokus diletakkan pada objek (buku) yang menerima aksi (dibeli) dari pelaku (Ani).

Baca juga:  Apa itu Bela Negara?

Penekanan pada objek dalam kalimat pasif membuatnya menjadi sangat berguna dalam beberapa konteks. Misalnya, saat kita tidak ingin menyinggung secara langsung siapa pelakunya, saat kita ingin fokus pada objek yang menerima aksi, atau saat kita ingin menekankan objek sebagai informasi yang penting bagi pendengar atau pembaca.

Walaupun passive voice memiliki kegunaan yang spesifik, namun penggunaannya juga perlu diperhatikan. Terlalu banyak kalimat pasif dalam teks dapat membuatnya terasa kurang hidup dan kurang bergairah. Oleh karena itu, penting bagi penulis untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan passive voice dengan tepat, agar pesan yang ingin disampaikan dapat lebih jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.

Jadi, itulah sekilas tentang definisi passive voice dalam bahasa Indonesia. Menggunakan passive voice dapat memberikan variasi dalam penyampaian informasi, namun juga perlu dipertimbangkan dengan baik agar tidak mengurangi kejelasan dan kehidupan dalam tulisan. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi kamu yang ingin lebih memahami penggunaan passive voice. Terima kasih telah membaca!

Pengertian Passive Voice

Halo! Kali ini kita akan membahas tentang pengertian passive voice. Passive voice merupakan salah satu struktur kalimat dalam bahasa Indonesia yang sering digunakan. Dalam penggunaannya, passive voice memiliki peran penting dalam mengubah aktif ke pasif.

Dalam passive voice, perhatikan bahwa subjek kalimat tidak lagi menjadi pelaku utama, melainkan menjadi penerima atau objek dari tindakan yang dilakukan. Pada umumnya, passive voice digunakan ketika kita ingin menekankan objek atau penerima dari suatu tindakan.

Contoh penggunaan passive voice:

– “Buku itu dibaca oleh saya.” (Aktif: “Saya membaca buku itu.”)

– “Kue ini dibuat oleh ibu.” (Aktif: “Ibu membuat kue ini.”)

Baca juga:  Apa Sih Definisi Ancaman?

Perhatikan bahwa penggunaan passive voice dapat dikenali melalui kata kerja bantu “dibuat” atau “dibaca” yang muncul di awal kalimat. Hal ini menandakan bahwa tindakan tidak dilakukan oleh subjek, melainkan objek atau penerima.

Tujuan utama penggunaan passive voice adalah untuk mengalihkan perhatian kepada objek atau penerima dalam suatu kalimat. Dengan menggunakan passive voice, kita dapat menyampaikan informasi dengan cara yang lebih jelas atau menarik perhatian pada objek yang penting dalam suatu konteks.

Read more:

Salah satu kelebihan passive voice adalah kemampuannya untuk menyembunyikan pelaku tindakan. Terkadang, kita ingin fokus pada hasil atau objek yang menerima tindakan, dan bukan siapa yang melakukannya. Contohnya, dalam kalimat “Kue itu dimakan,” kita tahu bahwa kue itu dimakan oleh seseorang, tetapi kita tidak mengetahui siapa yang melakukannya.

Terakhir, penting untuk diingat bahwa penggunaan passive voice haruslah disesuaikan dengan konteks dan tujuan komunikasi. Terlalu sering menggunakan passive voice dalam penulisan dapat membuat tulisan terlihat kurang aktif dan kurang jelas. Oleh karena itu, gunakanlah passive voice secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan.

Kesimpulan tentang Definisi Passive Voice

Passive voice atau kalimat pasif adalah salah satu struktur kalimat di mana subjek menerima aksi, bukan melakukan aksi. Kalimat pasif terdiri dari kata kerja bantu “to be” yang diikuti oleh kata kerja bentuk ketiga (past participle) dan objek dari kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif.

Contoh kalimat pasif:

– “Buku itu telah dibaca oleh saya.” (The book has been read by me.)

– “Paket itu akan dikirim besok.” (The package will be sent tomorrow.)

Baca juga:  Definisi Norma: Mengidentifikasi Aturan Main dalam Masyarakat

Kelebihan menggunakan kalimat pasif adalah untuk menekankan objek atau orang yang menerima aksi, menyembunyikan pelaku aksi, atau ketika pelaku aksi tidak diketahui atau tidak penting. Namun, penggunaan berlebihan kalimat pasif dapat membuat tulisan terasa kurang dinamis dan kurang jelas.

Jadi, kalimat pasif adalah struktur kalimat di mana subjek menerima aksi, bukan melakukan aksi. Ini dapat digunakan untuk menekankan objek, menyembunyikan pelaku, atau ketika pelaku tidak diketahui atau tidak penting.

Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda memahami definisi dan penggunaan kalimat pasif. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya. Sampai jumpa kembali!