Apa sih Wawancara?

Halo semuanya! Kali ini kita akan membahas tentang wawancara. Mungkin banyak dari kita yang sudah pernah mendengar kata ini, tetapi apa sih sebenarnya wawancara itu? Secara sederhana, wawancara adalah sebuah proses tanya jawab antara dua atau lebih orang dengan tujuan untuk mendapatkan informasi atau memperoleh pemahaman tentang suatu topik tertentu. Wawancara bisa dilakukan dalam berbagai lingkungan, seperti di tempat kerja, di sekolah, di media massa, bahkan di dalam keluarga.

Wawancara juga bisa dilakukan dengan berbagai tujuan. Misalnya, untuk mencari informasi tentang suatu topik tertentu, untuk melakukan evaluasi, untuk memperjelas kesalahpahaman, atau bahkan untuk menemukan solusi atas suatu masalah. Tidak hanya itu, wawancara juga bisa dilakukan dengan berbagai jenis, seperti wawancara terstruktur, wawancara tidak terstruktur, wawancara kelompok, dan lain sebagainya.

Nah, bagi yang belum pernah melakukan wawancara, mungkin ada rasa khawatir atau tidak percaya diri. Jangan khawatir, karena dengan melakukan persiapan yang matang dan mengikuti aturan yang ada, wawancara bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menghasilkan informasi yang bermanfaat.

Memahami definisi wawancara adalah hal yang penting sebelum kita memutuskan untuk melakukan wawancara. Kita harus memahami tujuan dan jenis wawancara yang akan dilakukan agar dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dan mendapatkan informasi yang akurat. Oleh karena itu, marilah kita belajar lebih dalam tentang wawancara dan bagaimana cara melakukannya dengan baik.

Berikutnya, akan kita bahas lebih lanjut mengenai aturan dan teknik-teknik yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara. Yuk, mari kita belajar bersama-sama dan menjadi lebih mahir dalam melakukan wawancara!

Pengertian Wawancara

Apa itu wawancara?

Wawancara adalah salah satu metode komunikasi yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari seseorang atau kelompok orang. Metode ini biasanya digunakan oleh wartawan, peneliti, atau pihak yang ingin menggali informasi lebih dalam mengenai suatu topik.

Baca juga:  Apa itu Profesi?

Bagaimana cara melakukan wawancara?

Cara melakukan wawancara dapat bervariasi tergantung pada tujuannya. Namun, secara umum, cara yang dilakukan adalah dengan menyiapkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu, lalu bertemu dengan narasumber dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Narasumber kemudian akan memberikan jawaban yang akan direkam atau dicatat.

Kenapa wawancara penting?

Wawancara penting karena dapat memberikan informasi yang akurat dan terperinci mengenai suatu topik. Selain itu, wawancara juga dapat membantu untuk memperluas wawasan dan cara pandang kita terhadap suatu topik.

Dalam melakukan wawancara, penting untuk mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan topik yang akan dibahas. Selain itu, juga perlu untuk memahami cara berkomunikasi yang baik dengan narasumber agar wawancara dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang baik.

Tujuan Wawancara

Santai aja, kita bahas tujuan wawancara!

Wawancara bukan hanya sekedar percakapan biasa. Ada maksud dan tujuan yang jelas di baliknya. Pertama-tama, tujuan utama wawancara adalah untuk mendapatkan informasi dari narasumber. Informasi tersebut bisa berupa fakta, opini, atau pengalaman pribadi yang bisa digunakan untuk kepentingan tertentu, seperti membuat artikel, riset, atau laporan.

Selain itu, wawancara juga dilakukan untuk menjalin hubungan dan membangun jejaring. Biasanya, wawancara dilakukan oleh jurnalis, peneliti, atau staf HRD untuk mengenal lebih dekat dengan narasumber. Dalam konteks ini, wawancara bertujuan untuk membangun kepercayaan, memperluas jaringan relasi, dan mencari peluang kerjasama.

Tujuan wawancara yang tak kalah pentingnya adalah untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan interpersonal. Bagi para jurnalis atau peneliti, wawancara menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan jurnalistik, seperti menulis, bertanya, mendengarkan, dan mengolah informasi. Bagi para staf HRD, wawancara menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan analisis kepribadian dan kemampuan memimpin sesi wawancara.

Jadi, itulah beberapa tujuan wawancara yang perlu kamu ketahui. Apapun tujuannya, yang penting adalah menjaga etika wawancara, menghargai narasumber, dan memanfaatkan informasi yang didapatkan dengan sebaik-baiknya.

Jenis-jenis Wawancara

Read more:

Wawancara merupakan salah satu tahap dalam proses seleksi kerja yang penting. Selain melihat kualifikasi dan pengalaman kerja dari calon karyawan, wawancara juga dapat digunakan untuk mengetahui karakter dan kepribadian seseorang. Ada beberapa jenis wawancara yang biasanya dilakukan, diantaranya:

Baca juga:  Apa Itu Gambar Ilustrasi?

1. Wawancara Terstruktur

Wawancara terstruktur adalah jenis wawancara yang menggunakan daftar pertanyaan yang sudah disusun sebelumnya. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk memastikan bahwa semua calon karyawan menjawab pertanyaan yang sama dan dapat diukur secara objektif. Biasanya, wawancara terstruktur dilakukan oleh tim rekrutmen atau manajer yang sudah terlatih dalam melakukan wawancara.

2. Wawancara Tidak Terstruktur

Berbeda dengan wawancara terstruktur, wawancara tidak terstruktur tidak memiliki daftar pertanyaan yang sudah disusun sebelumnya. Pada jenis wawancara ini, pewawancara dapat bertanya sesuai dengan kebutuhan dan respons dari calon karyawan. Wawancara ini lebih fleksibel dan biasanya dilakukan oleh manajer departemen terkait.

3. Wawancara Kelompok

Wawancara kelompok adalah jenis wawancara yang dilakukan pada beberapa orang calon karyawan sekaligus. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan kemampuan bekerja dalam tim dari calon karyawan. Biasanya, wawancara kelompok dilakukan oleh beberapa pewawancara sekaligus dan calon karyawan diberikan tugas atau permainan yang harus diselesaikan bersama.

Demikianlah beberapa jenis wawancara yang biasanya dilakukan dalam proses seleksi kerja. Pemilihan jenis wawancara yang tepat dapat membantu dalam menemukan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan lingkungan kerja yang ada.

Etika Wawancara

Wawancara merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pencarian kerja. Untuk mempersiapkan diri agar sukses dalam wawancara, selain persiapan materi, kamu juga perlu memperhatikan etika wawancara. Etika wawancara adalah perilaku yang baik dan sopan saat berada dalam wawancara. Berikut adalah beberapa etika wawancara yang perlu kamu ketahui:

1. Pakaian dan Penampilan

Pakaian dan penampilan yang rapi dan sopan sangat diperlukan dalam wawancara. Pakaian yang sesuai dengan posisi yang kamu lamar akan meningkatkan nilai positif dalam pandangan calon pemberi kerja.

2. Datang Tepat Waktu

Kamu harus datang tepat waktu ke tempat wawancara. Jangan sampai kamu terlambat karena bisa memberikan kesan buruk bagi calon pemberi kerja.

3. Persiapan Materi

Siapkan dan pelajari materi yang berkaitan dengan perusahaan dan posisi yang kamu lamar. Hal ini penting untuk menjawab pertanyaan pemberi kerja dengan baik dan benar.

Baca juga:  Apa Itu Observasi? Temukan Jawabannya Di Sini!

4. Sikap dan Bahasa Tubuh

Tunjukkan sikap yang positif dengan memperhatikan bahasa tubuh yang sopan dan santun. Jangan melupakan kontak mata dan senyum yang ramah.

Dengan memperhatikan etika wawancara, kamu akan meningkatkan kesempatan untuk berhasil dalam proses wawancara. Selamat mencoba!

Teknik Wawancara yang Efektif

Wawancara merupakan salah satu tahap penting dalam proses seleksi karyawan. Oleh karena itu, penting bagi pewawancara untuk memiliki teknik wawancara yang efektif agar mendapatkan informasi yang akurat dari calon karyawan. Berikut ini adalah 5 teknik wawancara yang efektif:

1. Mempersiapkan Pertanyaan yang Tepat

Sebelum melakukan wawancara, pewawancara harus mempersiapkan pertanyaan yang tepat dan relevan dengan posisi yang dibutuhkan. Hal ini akan membantu pewawancara untuk mendapatkan informasi yang akurat dan lebih mudah dalam mengevaluasi calon karyawan.

2. Membangun Hubungan dan Koneksi

Pewawancara harus membangun hubungan dan koneksi dengan calon karyawan dengan cara bersikap ramah, sopan, dan terbuka. Hal ini akan membantu calon karyawan merasa nyaman dan lebih mudah untuk berbicara secara jujur dan terbuka.

3. Mendengarkan dengan Aktif

Pewawancara harus mendengarkan dengan aktif dan memberikan perhatian penuh pada calon karyawan. Hal ini akan membantu pewawancara untuk menerima informasi yang lengkap dan akurat dari calon karyawan.

4. Menghindari Pertanyaan Diskriminatif

Pewawancara harus menghindari pertanyaan diskriminatif yang dapat menyinggung calon karyawan. Hal ini juga akan membantu pewawancara untuk menilai calon karyawan secara obyektif dan adil.

5. Menjaga Konsistensi Wawancara

Pewawancara harus menjaga konsistensi wawancara dengan memberikan pertanyaan yang sama kepada setiap calon karyawan. Hal ini akan membantu pewawancara untuk melakukan perbandingan dan penilaian yang adil.

Dengan menguasai teknik wawancara yang efektif, pewawancara dapat mendapatkan informasi yang akurat dan memilih calon karyawan yang tepat untuk posisi yang dibutuhkan.

Definisi Wawancara

Wawancara merupakan proses tanya-jawab antara dua atau lebih orang. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi dari narasumber mengenai topik yang sedang dibicarakan. Wawancara dapat dilakukan secara langsung atau melalui media telepon atau video.

Wawancara digunakan dalam berbagai bidang seperti jurnalistik, riset, dan rekruitmen karyawan. Dalam jurnalistik, wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dan sudut pandang dari narasumber mengenai suatu peristiwa. Dalam riset, wawancara dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan untuk penelitian. Sedangkan dalam rekruitmen karyawan, wawancara dilakukan untuk mengetahui lebih jauh mengenai calon karyawan dan kemampuannya untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan.

Dalam wawancara, penting untuk menyiapkan pertanyaan yang relevan dan terstruktur agar dapat mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Selain itu, juga penting untuk menciptakan suasana yang nyaman dan ramah agar narasumber merasa terbuka untuk berbicara.

Demikianlah definisi wawancara, semoga penjelasan ini dapat membantu dalam memahami konsep wawancara secara lebih jelas. Sampai jumpa kembali!