Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mencintai Allah SWT dalam Asmaul Husna

Vadcoy.com - Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Pada kali ini Mang Ocoy ingin membagikan Mapel Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan materi "Mencintai Allah SWT dalam Asmaul Husna".

Materi tersebut merupakan Mapel PAI dan BP kelas 7 SMP/MTs yang akan adek-adek pelajari. Mang Ocoy mengambil referensi materi tersebut dari buku LKS. Semoga bisa bermanfaat bagi adek-adek kelas 7 SMP/MTs semuanya!

Mencintai Allah SWT dalam Asmaul Husna

Mencintai Allah SWT dalam Asmaul Husna

A. Iman kepada Allah SWT

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna. Manusia sebagai umat Islam wajib beriman kepada Allah Swt, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari Akhir, dan qada dan qadar Allah Swt.

Iman merupakan bekal utama bagi seseorang untuk menentukan arah kehidupannya. Oleh sebab itu, sebagai muslim kita harus memahami pengertian iman. Lalu bagaimana cara beriman, dan kepada siapa kita beriman. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan iman?

Iman secara bahasa berarti percaya atau yakin. Secara istilah, iman berarti membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan membuktikan dengan amal perbuatan.

Berdasarkan pengertian ini, iman kepada Allah Swt bisa diartikan meyakini dalam hati bahwa Allah Swt ada (wujud) dengan segala sifat, nama, kekuasaan, keagungan, dan kesempurnaan-Nya. Keyakinan diikuti dengan ikrar lisan dan amal perbuatan secara nyata.

Orang yang beriman disebut mukmin. Seseorang meyakini Allah Swt sebagai Tuhannya. Setiap saat ia akan menyadari bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya pasti diketahui Allah Swt. Dengan demikian, ia selalu berusaha agar yang dikerjakan mendapatkan keridaan Allah Swt.

Hal ini karena keimanan kepada Allah Swt. harus meliputi tiga unsur, yaitu keyakinan dalam hati, ikrar dengan lisan, dan pembuktian dengan anggota badan. Seseorang yang hanya meyakini dalam hati keberadaan Allah Swt, tetapi tidak membuktikan dengan amal perbuatan serta mengucapkan secara lisan, keimanannya belum sempurna.

Ketiga unsur keimanan tersebut saling terikat. Tanda tanda keimanan dalam diri seseorang bisa terlihat dari amal perbuatan yang dikerjakan. Kepribadian seseorang bisa merupakan pancaran dari iman dalam dirinya.

B. Asmaul Husna

Allah SWT memiliki nama-nama yang indah yang dikenal dengan Asmaul Husna. Kita bisa menemukan nya di dalam kitab suci Al-Qur'an. Asmaul Husna berjumlah sembilan puluh sembilan. Allah Swt, adalah Mukhalafatu lil hawadisi berarti berbeda dengan makhluk-Nya.

Maksudnya, Allah Swt memiliki sifat-sifat dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk-Nya. Dengan memahami makna asmaul Husna bisa diartikan nama-nama baik yang dimiliki Allah sebagai bukti keagungan dan kemuliaan yang dimiliki-Nya.

Dengan penyebutan nama-nama Allah melalui Asmaul Husna, manusia akan mengetahui keagungan dan kemuliaan Allah Swt. yang tidak dimiliki oleh semua makhluk-Nya. Allah Swt berfirman sebagai berikut.

هُوَ اللّٰهُ الۡخَـالِـقُ الۡبَارِئُ الۡمُصَوِّرُ‌ لَـهُ الۡاَسۡمَآءُ الۡحُسۡنٰى‌ؕ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ۚ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُ

"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Segala yang di langit dan bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (Q.S. al-Hasyr [59]: 24)

Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda yang artinya, "Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi Muhammad saw. telah bersabda, 'Sesungguhnya Allah Swt. memiliki sembilan puluh sembilan nama. Maka barang siapa bisa menghafalnya, niscaya ia akan masuk surga. Sesungguhnya Allah itu ganjil dan Dia sangat menyukai bilangan yang ganjil." (H.R. Muslim)

C. Memahami Makna Asmaul Husna

Allah mengenalkan diri-Nya dengan nama-nama indah-Nya yang dikenal dengan Asmaul Husna. Kita bisa mengenal Allah SWT lebih dekat melalui Asmaul Husna. Oleh sebab itu, kita perlu memahami makna Asmaul Husna.

Berikut makna Asmaul Husna

1. Al-'Alim

Allah SWT mengetahui segala sesuatu, bahkan yang tidak diketahui oleh seluruh makhluk-Nya. Allah SWT memiliki nama al-Alim yang berarti Maha Mengetahui. Bagi Allah, tidak ada yang tersembunyi.

Oleh karena itu, apabila kita menyembunyikan sesuatu, Allah SWT pasti mengetahuinya. Tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari Nya. Allah SWT berfirman dalam Surah Taha ayat 7 berikut.

وَاِنۡ تَجۡهَرۡ بِالۡقَوۡلِ فَاِنَّهٗ يَعۡلَمُ السِّرَّ وَاَخۡفٰ

"Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi." (Q.S. Taha [20]: 7)

Conton perilaku meneladani asma Allah al-Alim yaitu belajar sungguh-sungguh untuk memperoleh ilmu pengetahuan. timu pengetahuan harus dicari karena tidak datang sendiri.

Setelah memperoleh ilmu pengetahuan, hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun umat dan bangsa, Ilmu pengetahuan merupakan sarana untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.

2. As-Sami'

Allah SWT memiliki nama as-Sami yang berarti Maha Mendengar. Selain bisa mengetahui apa pun yang terbesit dalam pikiran manusia, Allah Swt. bisa mendengar semua yang ada di dalam hati manusia.

Sesuatu yang tidak bisa didengar orang lain. Tetapi Allah Swt, bisa mendengarnya. Asmaul Husna as-Sami merupakan cerminan sifat Allah SWT, yaitu Sama Dia bisa mendengar segala sesuatu.

Dia bisa mendengar apa pun yang ada di dasar laut dan bumi. Kita bisa meneladani Asmaul Husna as-Sami dengan memanfaatkan telinga sebagai indra pendengaran dengan baik dan benar.

Pendengaran Allah Swt tidak terbatas oleh jarak, tempat, dan waktu, Allah Swt bisa mendengar suara seluruh makhluk-Nya. Tidak satu pun suara makhluk yang luput dari pendengaran-Nya. Dia mampu mendengar semua yang ada di seluruh penjuru langit dan bumi. 

Perhatikan firman Allah Swt berikut!

وَاِمَّا يَنۡزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيۡطٰنِ نَزۡغٌ فَاسۡتَعِذۡ بِاللّٰهِ‌ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡعَلِيۡمُ

"Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah, Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Fussilat [41]: 36)

3. Al-Basir

Allah SWT bisa melihat segala aktivitas seluruh makhluk ciptaan-Nya Tidak satu pun gerak-gerik makhluk Allah Swt yang luput dari penglihatan-Nya. Sekecil dan sehalus apa pun gerakan makhluk, pasti Allah Swt bisa melihatnya.

Hal itu karena Allah Swt memiliki Asmaul Husna al-Basir yang berarti Maha Melihat. Dia Maha Melihat segala sesuatu. Tidak ada satu pun makhluk yang luput dari pengawasan dan penglihatan Allah Swt. Hanya Allah-lah yang memiliki penglihatan yang tak terbatas oleh apa pun.

Perhatikan firman Allah Swt berikut!

اِنَّ اللّٰهَ يَعۡلَمُ غَيۡبَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ وَاللّٰهُ بَصِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ

"Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. al-Hujurat [49]: 18)

Segala perbuatan kita diketahui Allah. Kelak di yaumul hisab,kita harus mempertanggungjawabkannya. Contoh, saat ujian berlangsung seorang siswa melakukan kecurangan.

Meskipun tidak diketahui oleh pengawas ujian, perbuatan tersebut tetap diketahui oleh Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berbuat kebaikan ketika sendiri maupun bersama orang lain

4. Al-Khabir

Allah Swt memiliki nama al-Khabir, artinya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dengan detail (Mahatelit). Secara bahasa. al-Khabir berasal dan kata khabara yang berarti pengetahuan mendalam dan sangat perinci menyangkut hal-hal yang tersembunyi.

Segala ilmu pengetahuan di dunia, diketahui oleh Allah Swt secara terperinci. Untuk itu, manusia tidak boleh sombong dan merasa paling mengetahui karena manusia memiliki pengetahuan yang terbatas.

Perhatikan firman Allah Swt berikut!

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ ذَكَرٍ وَّاُنۡثٰى وَجَعَلۡنٰكُمۡ شُعُوۡبًا وَّقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوۡا‌ ؕ اِنَّ اَكۡرَمَكُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ اَ تۡقٰٮكُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha teliti." (Q.S. al-Hujurat [49]: 13)

D. Hikmah Beriman kepada Allah

Sebagai orang muslim, kita diperintahkan untuk beriman kepada Allah Swt. Orang yang beriman akan selalu menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya, sehingga ia akan merasa dekat dengan Allah Swt.

Betapa bahagia dan beruntungnya orang yang bisa dekat dengan Allah Swt. Orang yang beriman akan mendapatkan keuntungan atau hikmat sebagai berikut.

1. Selalu mendapatkan pertolongan dari Allah Swt. Orang yang percaya kepada Allah akan senantiasa dilindungi oleh Allah Swt.

2. Hati menjadi lebih tenang dan tidak gelisah. Hal ini karena di dalam dirinya sudah dipenuhi keyakinan terhadap Allah dan segala ketentuan-Nya pasti lebih baik.

3. Selamat di dunia dan akhirat. Manusia yang meyakini Allah akan senantiasa menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. 

Ringkasan materi

Seluruh alam semesta dan makhluk di bumi maupun langit merupakan ciptaan Allah Swt. Allah Swt depat menciptakan dan melakukan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya dengan maksud tertentu. Bahkan Allah Swt bisa mengabulkan doa yang kamu minta.

Agar doa terkabul, kamu harus lebih dekat dengan Allah Swt. Salah satu cara mengenal Allah Swt lebih dekat adalah dengan mengetahui nama-nama-Nya yang indah yang dikenal dengan Asmaul Husna. Untuk mengetahui nama nama indah Allah Swt, mari kita pelajari bersama.

Posting Komentar untuk "Mencintai Allah SWT dalam Asmaul Husna"