javascript:void(0)
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bentuk dan Teknik Penilaian di SMA pada Kondisi Khusus (Masa Pandemi Covid-19)

Vadcoy.com - Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bapak/Ibu guru yang mudah-mudahan selalu sehat wal 'afiat.. Pada kali ini, Mang Ocoy ingin membagikan tentang penjelasan bentuk dan teknik penilaian di SMA pada Kondisi Khusus atau selama masa Pandemi Covid-19.

Seperti yang kita ketahui ya pak/bu guru, Virus Corona masih belum berakhir. Jadi proses pembelajaran dalam pendidikan sementara menggunakan sistem daring, yang mana murid atau siswa belajar di rumah dengan cara online.

Bapak/Ibu guru jika ingin tau cara mengajar sistem daring, silahkan baca ini yaa 9 Tips Ampuh Mengajar secara Online di Masa Pandemi. Semoga masa Pandemi Covid-19 ini cepat berlalu, dan Bapak/Ibu guru bisa mengajar dengan Tatap Muka kembali seperti biasanya. Dan semoga, dunia pendidikan di negara Indonesia bisa menjadi normal kembali. Aamiin..

Penilaian sebagai proses pengumpulan informasi memerlukan tahapan pengukuran dan atau non pengukuran melalui judgement. Pengumpulan informasi ketercapaian hasil belajar melalui tes tertulis, tes lisan, tes praktik, pengamatan, jurnal, penugasan, portofolio, dan lain-lain.

Bentuk dan Teknik Penilaian Sikap di SMA pada Kondisi Khusus (Masa Pandemi Covid-19)

Bentuk dan Teknik Penilaian di SMA pada Kondisi Khusus (Masa Pandemi Covid-19)

1. Pengamatan

Pengamatan dalam menilai sikap siswa merupakan teknik yang dilakukan secara berkesinambungan. Asumsinya setiap siswa pada dasarnya memiliki sikap atau perilaku baik sehingga yang perlu dicatat hanya perilaku yang sangat baik atau kurang baik yang muncul dari siswa. Catatan hal-hal sangat baik
digunakan untuk menguatkan perilaku baik, sedangkan perilaku kurang baik digunakan untuk pembinaan.

Pengamatan sikap selama satu semester dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas. Pada kondisi khusus, pengamatan sikap dilakukan oleh orangtua dan keluarga. Hasil pengamatan ini dibuat dalam jurnal memuat catatan sikap atau perilaku siswa yang sangat baik atau kurang baik, dilengkapi dengan waktu terjadinya perilaku tersebut.

2. Penilaian Diri

Penilaian diri dilakukan dengan cara meminta siswa untuk mengemukakan kekuatan dan kelemahan dirinya dalam berperilaku. Selain itu penilaian diri juga dapat digunakan untuk membentuk sikap siswa terhadap mata pelajaran.

Hasil penilaian diri siswa sendiri bisa digunakan sebagai data konfirmasi. Penilaian diri bisa memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian siswa, antara lain dapat:
  • Menumbuhkan rasa percaya diri karena diberi kepercayaan untuk menilai diri sendiri.
  • Menyadari kelemahan dan kekuatan dirinya, karena ketika melakukan penilaian harus melakukan intropeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.
  • Mendorong, membiasakan, dan melatih siswa untuk berbuat jujur karena dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.
  • Membentuk sikap terhadap mata pelajaran/pengetahuan.

3. Penilaian Antar Teman

Proses penilaian dengan cara siswa saling menilai perilaku temannya disebut penilaian antar teman. Penilaian antar teman bertujuan untuk memperkuat hasil penilaian sikap. Untuk itu diperlukan perangkat daftar cek (checklist) yang dibuat guru berisi tentang perilaku yang dinilai.

Penilaian antar teman dapat mendorong: (a) objektivitas siswa, (b) empati, (c) mengapresiasi keragaman/perbedaan, dan (d) refleksi diri. Di samping itu penilaian antar teman bisa mempermudah guru dalam mendapatkan informasi mengenai siswa berdasarkan hasil penilaian temannya, misalnya suka menyendiri dan kurang bergaul.

Dalam kondisi khusus dengan pembatasan aktivitas menyulitkan guru melakukan pengamatan langsung. Pengamatan langsung masih dapat dilakukan selama kegiatan tatap muka jarak jauh atau hasil aktivitas siswa melaksanakan tugas-tugas pembelajaran. Penilaian antar teman untuk siswa baru juga terhambat oleh kurangnya informasi antar teman.


Oleh karena itu, penilaian sikap selama pandemi Covid-19 atau kondisi khusus dapat menggunakan penilaian diri yang disiapkan oleh guru dengan bantuan orang tua siswa.

Bentuk dan Teknik Penilaian Pengetahuan di SMA pada Kondisi Khusus (Masa Pandemi Covid-19)

1. Tes Tertulis

Tes tertulis adalah tes yang menggunakan respon/jawaban tertulis. Tes tertulis dapat dilakukan berbasis kertas dan atau berbasis komputer, termasuk tes listening pada mata pelajaran bahasa merupakan salah satu bentuk tes tertulis. Tes tertulis dapat berupa pilihan ganda, uraian, menjodohkan, benar salah, dan lain-lain.

2. Tes Lisan

Tes lisan adalah tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung yang menuntut respon/jawaban dari siswa dalam bentuk lisan. Siswa akan mengucapkan jawaban dengan kata-katanya sendiri dapat berupa kata, frase, kalimat maupun paragraf sesuai dengan pertanyaan atau perintah yang diberikan.

Dari segi persiapan dan cara bertanya, tes lisan dapat dibedakan sebagai berikut.
  • Tes lisan bebas, yaitu pendidik memberikan soal kepada siswa tanpa menggunakan pedoman yang dipersiapkan secara tertulis. Adapun kelemahan dari tes ini adalah sukar menentukan standar jawaban yang benar, sebab jawaban siswa sifatnya beraneka ragam.
  • Tes lisan berpedoman, yaitu pendidik menggunakan pedoman tertulis tentang apa yang akan ditanyakan kepada siswa. Tes lisan berpedoman ini lebih mudah dalam memeriksanya, karena dapat lebih mudah ditetapkan standar jawaban yang benar.

3. Penugasan

Pemberian tugas kepada siswa untuk mengukur dan atau meningkatkan pengetahuan disebut dengan penugasan. Penugasan dapat dilakukan sebelum, selama proses pembelajaran, dan setelah pembelajaran. Penugasan bisa dilakukan dengan cara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. Penugasan lebih ditekankan pada pemecahan masalah dan dinilai berdasarkan aspek substansi, bahasa, dan estetika.

Aspek substansi melihat penguasaan konten sesuai dengan KD, aspek bahasa melihat kemampuan menggunakan bahasa dengan baik dan benar, aspek estetika melihat kemampuan menyaji dan mengorganisasi informasi secara efektif.

Dalam kondisi khusus pelaksanaan penilaian pengetahuan perlu diadaptasi. Guru memperbolehkan siswa untuk membuka buku catatan, mengakses internet, dan sumber belajar lainnya. Bentuk tes pilihan ganda atau uraian yang disiapkan guru perlu diadaptasi agar jawaban siswa tidak sekedar memindahkan atau mengungkapkan kembali apa yang dipelajari, tetapi siswa mampu menuangkan hasil berpikirnya dengan menggunakan konteks kehidupan nyata sebagai media penerapan pengetahuan dalam kondisi yang berbeda.

Bentuk dan Teknik Penilaian Keterampilan di SMA pada Kondisi Khusus (Masa Pandemi Covid-19)

1. Kinerja dan Praktik

Penilaian kinerja/praktik digunakan untuk menilai kemampuan bertindak, yaitu melakukan gerak motorik, langkah prosedural, dan atau kinerja tertentu yang dapat diamati. Pengamatan langsung dapat dilakukan pada saat melakukan kegiatan seperti eksperimen, presentasi, tugas projek, pertunjukan, pameran, praktik ibadah, dan kegiatan prosedural lainnya. Pengamatan tidak langsung pada kondisi khusus dapat dilakukan melalui rekaman video, rekaman audio, atau dokumentasi foto.

2. Produk

Penilaian produk digunakan untuk menilai kemampuan berpikir dan bertindak dalam bentuk hasil akhir kemampuan tersebut. Produk yang dinilai dapat berbentuk produk riil (barang jadi seperti poster, lukisan, alat peraga, atau hasil produk lainnya) dan produk ide/gagasan dalam bentuk dokumen (seperti bahan presentasi, laporan, proposal projek, karya tulis, atau dokumen lainnya) sebagai hasil berpikir menerapkan pengetahuan dalam menyelesaikan masalah.

3. Projek

Penilaian projek digunakan untuk menilai kemampuan berpikir dan bertindak dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan kegiatan projek, termasuk projek bersama lintas mata pelajaran. Penilaian projek mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan.

4. Portofolio

Penilaian portofolio digunakan untuk menilai kemampuan berpikir dan bertindak secara bertahap dan berkelanjutan sehingga diperoleh informasi perkembangan atau peningkatan kemampuan tersebut. Beberapa kompetensi mata pelajaran, seperti: Bahasa Indonesia, PJOK, Prakarya dan Kewirausahaan, atau mata pelajaran lain dapat menggunakan penilaian portofolio sesuai dengan kompetensi yang bertahap dan berkelanjutan.

Dalam kondisi khusus penilaian keterampilan perlu diadaptasi dalam pelaksanaan disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya dan kemampuan pelaksanaan oleh siswa. Sumber daya yang dimaksud dapat memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia di rumah atau lingkungan sekitar, memanfaatkan aplikasi virtual, dan media sosial. 

Secara keseluruhan dalam kondisi khusus dimungkinkan terjadinya kolaborasi pembelajaran dan penilaian antar kompetensi dasar, lintas mata pelajaran, sekaligus menilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Dengan cara ini dapat mengurangi beban tugas siswa, membiasakan pembelajaran kontekstual dan komprehensif, sehingga mampu mengefektifkan proses pembelajaran dan penilaian.

Itulah bentuk dan teknik penilaian di SMA pada kondisi khusus atau masa Pandemi Covid-19. Dengan demikian, sistem pendidikan di sekolah bisa berjalan dengan lancar, walaupun belajar dengan cara online. Semoga bisa bermanfaat bagi bapak/ibu guru semuanya!

Posting Komentar untuk "Bentuk dan Teknik Penilaian di SMA pada Kondisi Khusus (Masa Pandemi Covid-19)"