>

4 Etika dalam Studi Kelayakan Bisnis

Kelayakan Bisnis

Vadcoy.com - Dalam berbisnis, tentu kita harus mempunyai beberapa etika yang harus dilakukan. Terutama bagi Anda para pengusaha yang menginginkan bisnisnya terus maju dan berkembang. Maka Anda harus memperhatikan etika-etika tersebut.

Pada postingan kali ini, Admin akan dibahas tentang beberapa etika dalam studi kelayakan bisnis. Dengan beberapa etika kelayakan bisnis yang akan dijelaskan, Anda bisa menerapkannya untuk bisnis Anda agar lebih maju lagi.

Begitu juga untuk masyarakat Indonesia yang ingin menjadi pengusaha yang memiliki etika dan moral. Ada 4 etika dalam studi kelayakan bisnis yang sudah dilakukan oleh beberapa peneliti. Berikut ini adalah 4 etika dalam studi kelayakan bisnis.

1. Etika peneliti kepada klien

Ada beberapa klien yang identitasnya tidak ingin diketahui, misalnya ketika klien tersebut ingin memasarkan produk barunya dengan melakukan riset-riset tertentu. Dalam hal itulah identitas klien tidak ingin diketahui oleh siapapun, terutama oleh pesaingnya.

Rekomendasi: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Inilah tugas peneliti untuk menghargai dan membuat beberapa rencana agar identitas klien tidak diketahui. Karena ada hak yang harus didapatkan oleh klien tersebut, misalnya studi yang berkualitas. Peneliti juga harus bisa mengarahkan dan menjelaskan apa itu studi yang berkualitas.

2. Etika peneliti kepada responden

Apabila ada seorang peneliti yang berhubungan langsung dengan responden, maka dia harus bisa menjelaskan beberapa manfaat yang didapat dari studi kelayakan bisnis kepada responden. Sehingga para responden bisa memakluminya.

Untuk kebanyakan studi kelayakan bisnis, biasanya cukup dinyatakan secara lisan saja. Lalu pemberitahuan kepada responden tentang hasil studi kelayakan bisnis yang sumbernya dari responden juga, bisa menjadikan responden mempunyai pandangan positif terhadap hasil penelitian.

Terkadang peneliti harus melakukan penipuan kepada responden, seperti menjaga kerahasiaan pihak ketiga. Namun, penipuan ini jangan sampai menjadikan responden mendapat kerugian apapun. Jika terdapat beberapa kerugian kepadanya, maka mintalah izin tertulis lebih dahulu untuk hal tersebut. Walaupun harus dengan jujur tentang penipuan yang akan dimintai izin kepadanya.


3. Etika peneliti kepada asisten

Ada juga beberapa peneliti yang dibantu oleh asistennya. Adapun etika yang harus dilakukan oleh peneliti kepada asistennya adalah memberikan fasilitas yang layak untuknya. Karena tugas asisten sangatlah berat untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh peneliti.

Misalnya asisten melakukan wawancara di suatu tempat yang situasinya kurang aman, sehingga bisa mengancam fisiknya. Dengan hal tersebut, bisa saja asistennya memalsukan hasil wawancara yang dia lakukan. Maka peneliti harus bisa mengawasinya agar mereka tidak berbuat curang dengan segala hal yang dia lakukan dalam tugasnya.

Peneliti harus bisa membimbing asistennya, memberikan etika-etika yang baik kepadanya, dan mengajari bagaimana cara untuk berbisnis. Sehingga asistennya bisa melaksanakan tugasnya dengan lebih baik lagi.

4. Etika klien

Dalam beberapa kasus, bisa saja peneliti diminta oleh beberapa kliennya untuk memalsukan data yang dia peroleh.  Misalnya dengan mengubah data tersebut, yang bisa menguntungkan kliennya dan menghilangkan segala kerugiannya.


Tentu hal tersebut adalah prilaku yang tidak pantas untuk dilakukan oleh klien. Jika peneliti menurutinya, maka dia telah melanggar etika dalam studi kelayakan bisnis. Maka tugas peneliti di sini adalah untuk membuat kliennya sadar dengan yang dia lakukan.

Kemungkinan penyebab klien melakukan hal tersebut karena bayaran yang diterima lebih tinggi dari sewajarnya. Sehingga klien berpikiran bahwa peneliti bisa dibeli dan kualitas peneliti sudah pasti menjadi turun di mata klien. Sehingga kepercayaan klien kepada peneliti menjadi berkurang.

Belum ada Komentar untuk "4 Etika dalam Studi Kelayakan Bisnis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel