>

7 Tips Mengatasi Anak yang Malas Solat agar Menjadi Rajin

Anak yang Malas Solat

Vadcoy.com - Mempunyai seorang anak memang merupakan sebuah anugerah yang diberikan Allah SWT kepada hambaNya. Apalagi diberikan dengan beberapa anak, sungguh itu adalah anugerah yang luar biasa yang patut disyukuri oleh hambaNya. Namun, anugerah tersebut bisa juga menjadi bencana bagi hambaNya. Bencana jika dia tidak bisa mendidik dan menjaga anak-anaknya tersebut. Sehingga anaknya salah arah dan tujuan dalam kehidupannya.

Hal utama yang wajib diberikan kepada anak saat memasuki balita adalah pelajaran tentang Agama Islam. Terutama tentang akidah Islam, tentang adanya Allah SWT, tentang Nabi Muhammad, dan yang lainnya. Selanjutnya ketika memasuki Sekolah Dasar, ajarkanlah mereka tentang bagaimana caranya solat, puasa, mengaji, berwudu, dan yang lainnya.

Namun terkadang orang tua mempunyai masalah dalam mengjarkan anak-anaknya tersebut. Misalnya tidak mempunyai waktu karena sibuk bekerja untuk mencari nafkah. Maka orang tua bisa menitipkan anaknya kepada guru mengaji atau memasukkannya ke pondok pesantren. Jika orang tua menyerahkan kepada guru mengaji dekat rumahnya, tentu masih ada kemungkinan anak tersebut masih melalaikan solat yang wajib dikerjakan setiap harinya.

Solat merupakan suatu hal yang harus dikerjakan seorang anak bagaimanapun situasinya. Agar nantinya akan terbiasa ketika sudah besar kelak. Jadi, dia tidak akan meninggalkan solat dan bolong-bolong dalam solatnya saat dewasa nanti. Tapi, jika saat masih anak-anaknya saja malas mengerjakan solat dan tidak pernah melakukannya. Kemungkinan ketika sudah dewasa dia akan malas juga mengerjakannya.

Oleh karena itu, di sini Admin akan membagikan tips mengatasi anak yang malas solat agar dia menjadi rajin solat. InsyaALLAH dengan 7 tips ini anak Anda akan menjadi rajin solat setiap harinya, walaupun masih bolong-bolong. Tapi sedikit demi sedikit anak Anda akan rajin solat 5 waktu full dalam sehari jika tips ini Anda terapkan. Berikut ini adalah 7 tips mengatasi anak yang malas solat.

1. Orang tua berikan contoh yang bagus saat solat

Tips yang pertama, ketika memasuki waktu solat, wajib bagi orang tuanya untuk mengajak anaknya mengerjakan solat. Namun, orang tua juga harus ikut mengerjakannya! Jangan sampai orang tua menyuruh anaknya untuk melakukan solat, namun dia tidak mengerjakannya. Hal itu sama saja dia memberikan contoh buruk kepada anaknya tentang solat.

Jika dia mau anaknya rajin solat, maka berikan contoh yang bagus saat solat. Lebih baiknya, dia mengerjakan solat dengan berjamaah bersama anaknya. Sehingga anaknya bisa menirukan gerakan orang tuanya saat solat. Dengan melakukan hal tersebut setiap hari sebanyak 5 kali, InsyaALLAH anak Anda akan terbiasa mengerjakan solat ke depannya. Yang jelas, orang tua harus memebrikan contoh yang bagus saat solat, baik itu oleh ayahnya maupun ibunya.


Bisa juga keduanya bergantian saat memberikan contoh kepada anaknya tersebut. Misalnya ayahnya sedang sibuk, maka yang memberikan contohnya adalah ibunya. Sebaliknya, jika ibunya sedang sibuk, maka dilakukan oleh ayahnya. Jangan sampai hal itu ditinggalkan dalam seharian penuh, sehingga solat sang anak pun tidak terkontrol oleh orang tuanya.

2. Berikan pujian kepada anak

Ketika anak Anda menuruti apa yang Anda perintahkan dengan mengerjakan solat secara berjamaah. Lantas Anda jangan hanya diam saja dan cuek saja dengan apa yang telah anak lakukan. Hal yang sebaiknya orang tua lakukan adalah memberinya beberapa pujian untuk sang anak. Supaya anak tersebut merasa dihargai dan berpikiran jika solat itu benar-benar penting. Karena dengan mengerjakan solat saja dia sudah mendapatkan pujian.

Lalu anak akan berusaha untuk mengerjakan solat secara rutin selama 5 waktu itu. Dengan tujuan ingin mendapatkan pujian dari orang tuanya. Tidaklah mengapa, sementara tujuannya untuk pujian semata, namun saat dewasa kelak, dia akan memiliki tujuan yang berbeda dengan solatnya. Maka pujilah anak Anda ketika dia sudah melaksanakan solat wajib, syukur-syukur solat sunahnya pula. InsyaALLAH anak Anda akan semakin rajin lagi dalam mengerjakan solatnya.

3. Berikan hadiah kepada anak

Memberikan hadiah kepada anak bukan hanya ketika anak mendapatkan prestasi yang bagus di sekolahnya saja. Namun dalam hal solat juga harus dilakukan orang tua kepada anaknya. Memberikan hadiah atas kerja keras anaknya dalam solat 5 waktu jauh lebih penting dibandingkan hadiah untuk juara kelas. Dampaknya akan terasa di masa mendatang kelak.

Dalam memberikan hadiah tentunya dengan beberapa aturan yang berlaku. Misalnya berikan tantangan kepada sang anak, jika selama seminggu dia bisa mengerjakan sehari 5 waktu full tanpa tertinggal satupun. Maka dia akan diberi hadiah yang sangat menarik, seperti jam tangan, baju baru, celana baru, buku baru, dan yang lainnya. Dalam waktu seminggu, berilah hadiah yang harganya tidak terlalu mahal.

Selanjutnya berilah tantangan juga dalam 2 minggu dan satu bulan. Jika dia bisa mengerjakannya tanpa terlewat satu waktu pun, maka akan diberikan hadiah yang lebih besar lagi. Misalnya mobil-mobilan jika laki-laki, boneka jika perempuan, liburan keluar kota, dan lain-lain. Dengan hadiah yang seperti itu, maka anak akan semangat dalam mengerjakan solat 5 waktu tanpa tertinggal.


Walaupun sebenarnya niat solat semata-mata hanya karena Allah, bukan karena hadiah tersebut. Namun, pemberian hadiah ini hanya untuk mendidik anak tersebut agar rajin dan terbiasa untuk solat 5 waktu. Jika sudah terbiasa dengan sendirinya, maka pemberian hadiah juga sedikit demi sedikit akan berhenti dan disudahi. Tapi, berhentinya pun dengan catatan anak sudah terbiasa mengerjakan solat 5 waktu.

4. Masukkan ke pengajian dekat rumahnya

Seperti yang sudah disinggung di awal, mengerjakan solat saja tidaklah cukup bagi sang anak. Dia juga harus mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan solat. Supaya ketika sudah besar memasuki akil baligh, dia sudah bisa mengerjakan solat yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Tentu hal tersebut membutuhkan ilmu, dan untuk lebih bagusnya masukkan dia ke pengajian dekat rumahnya dengan guru yang mumpuni. Jangan sembarangan juga dalam memilih guru! 

Adapun jika gurunya kurang mumpuni dalam keilmuannya, maka anak juga bisa salah nantinya. Apalagi memberikan anak kepada guru yang sesat. Jangan seklai-kali Anda lakukan wahai orang tua! Walaupun anak Anda rajin solatnya, tapi apa jadinya jika ilmu yang didapatkannya itu sesat. Maka solatnya pun tidak akan diterima ketika sudah dewasa kelak.

Memasukkan anak ke pengajian juga bisa membuat anak lebih aktif lagi. Karena dia akan bertemu dengan teman-teman seusianya. Jelaslah bagi dia akan merasa bersemangat dalam mengerjakan solat dengan teman-temannya. Biasanya dia hanya sendiri ketika mengerjakan solat, kini dia bisa solat bersama mereka. Dan efeknya, dia akan terbiasa mengerjakan solat berjamaah ketika sudah besar nantinya.

5. Matikan TV dan gadget ketika waktu solat tiba

Tips selanjutnya berlaku bagi orang tuanya. Ketika anak sedang di rumah dan waktu solat telah tiba, maka segera matikan TV jika masih menyala. Begitu juga dengan gadget jika orang tuanya masih memegangnya. Karena anak akan mengikuti orilaku orang tuanya jika dia masih memegang gadget dan menonton TV saat waktu solat tiba. Sebaiknya orang tua kerjakan solat terlebih dahulu di awal waktu dengan anaknya tersebut.

Terutama pada waktu solat maghrib, jangan sampai orang tua menyalakan TV pada waktu itu. Apalagi jika anaknya sedang berada di rumah tidak berangkat ke pengajian. Maka matikan TV dan letakkan gadget, kerjakan solat bersama anak, lalu ajari anak mengaji sampai masuk waktu isya. Hal itu lebih baik ketimbang menonton TV dan bermain gadget.


6. Turuti permintaan anak yang berkaitan dengan solat

Jika anak Anda meminta sesuatu yang berkaitan dengan solat, maka Anda wajib untuk menurutinya. Misalnya sang anak meminta baju koko baru karena baju yang lamanya sudah jelek dan rusak. Atau dia meminta sarung baru, maka turuti saja permintaannya itu. Karena hal tersebut akan membuat anak lebih bersemangat lagi dalam mengerjakan solat. 

Dia akan berpikir solat sangatlah penting. Karena ketika meminta peralatan solat baru selalu dituruti, tapi jika minta yang lainnya kadang tidak dituruti. Hal itulah yang menjadikan solat penting di mata anak Anda. Adapun jika Anda tidak mempunyai uang yang cukup, maka belilah peralatan tersebut yang murah saja, anak pasti akan senang dengan pemberian Anda itu.

Lalu anak ingin mengunjungi masjid-masjid agung yang berada di salah satu kota tertentu. Maka turuti keinginannya tersebut, karena masih berkaitan dengan solat atau beribadah yang lainnya. Selama Anda mempunyai dana yang cukup dan waktu yang luang, wajib bagi orang tua untuk menuruti permintaan anaknya tersebut.

7. Buat buku catatan jadwal solat sehari-hari

Walaupun anak anda sudah terbiasa mengerjakan solat, namun Anda juga perlu mengingatkannya juga untuk mengerjakan solat. Siapa tau sang anak lupa mengerjakannya. Adapun cara yang bagus adalah dengan membuat buku jadwal solat sehari-hari. Jadi apabila anak sudah mengerjakan solat, maka centang buku tersebut dengan keterangan sudah solat.

Sebaliknya, jika dia tidak mengerjakan solat karena lupa atau malas, maka coret dengan tanda silang dengan keterangan tidak melakukan soloat. Dengan hasil catatan itu, anak akan sedikit demi sedikit mengubah kebiasaannya karena sering meninggalkan solat. Dia akan berusaha mengubah catatannya bagaimanapun agar berisi dengan tanda centang semua. Sehingga dia akan merasa mampu dan layak menjadi anak yang penurut dan soleh di masa mendatang nantinya.

Semoga dari ketujuh tips mengatasi anak yang malas solat tersebut bisa bermanfaat bagi kita semua. Khususnya bagi para orang tua yang mempunyai anak yang malas solat.

Wallahu A'lam Bishawab

Belum ada Komentar untuk "7 Tips Mengatasi Anak yang Malas Solat agar Menjadi Rajin"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel