>

Blogger Syariah yang Sesuai dengan Tuntunan Agama Islam (Episode 2)

Blogger Syariah Sesuai Islam 2

Vadcoy.com - Berikut ini adalah lanjutan dari "Blogger Syariah yang Sesuai dengan Tuntunan Agama Islam (Episode 1)".

14. Membuat konten kebencian

Konten-konten yang mengajak kepada kebencian merupakan pelanggaran yang ada hukumannya juga. Blogger yang membuat konten seperti itu, dia akan mendapat hukuman jika pihak yang dibencinya mengadukan kepada pengadilan. Begitu pun menurut Agama Islam, membenci orang lain merupakan hal yang buruk dan harus dijauhi. Apalagi sampai mengajak orang lain untuk membencinya, maka sama saja seperti kita telah mengadu domba antara satu dengan yang lainnya.

Jika hanya lewat mulut ke mulut saja mungkin hanya beberapa orang yang akan terpengaruh dengan kebencian tersebut. Namun jika melalui blog, sudah pasti akan banyak orang yang terpengaruh dengannya. Bahkan bukan hanya yang dekat dengan daerah blogger saja, tapi sampai dengan daerah jauh karena blog cakupannya luas ke seluruh dunia.

15. Menyuruh orang lain mengklik iklan

Hampir sama seperti bw + ads, menyuruh orang lain untuk mengklik iklan juga merupakan pelanggaran yang dilarang oleh pihak google. Bedanya, jika bw + ads saling mengklik antara kedua bblogger. Tapi jika menyuruh seperti ini tidak harus blogger yang mengkliknya, bahkan orang yang tidak mempunyai blog pun bisa disuruh oleh pemilik blog tersebut.

Walaupun dari pihak google tidak terpantau, namun menurut Agama Islam tetap saja salah dan hasilnya tidak akan berkah. Karena dampaknya bisa merugikan pihak pengiklan atau advertiser. Segala sesuatu yang merugikan orang lain dilarang menurut tuntunan Islam.

16. Membuat konten agar jauh dari agama

Membuat konten yang menjauhkan para pembaca dari ajaran agama adalah hal yang tidak boleh dilakukan menurut tuntunan Islam. Dalam tuntunan Agama Islam tidak diajarkan yang namanya saling memusuhi antara orang-orang yang beda agama. Islam sangat menghormati toleransi dalam beragama dengan agama lainnya. Apalagi sampai menjelek-jelekkan agama lain karena ingin menjauhkan pembaca dari agama tersebut, tentu blogger yang seperti itu bukanlah blogger yang sesuai dengan tuntunan Agama Islam.

17. Meninggalkan solat

Hal ini berlaku untuk para blogger khususnya. Jangan sampai kegiatan ngeblog melalaikannya dari melaksanakan solat 5 waktu. Bahkan satu waktu pun tidak boleh ditinggalkan olehnya. Barangsiapa yang meninggalkan solat karena ngeblog, maka hasil yang didapat dari blognya pun tidak akan berkah. Selain hasil yang tidak berkah, dia juga mendapatkan dosa yang sangat besar akibat meninggalkan solat tersebut.

Rekomendasi: Blogger Syariah yang Sesuai dengan Tuntunan Agama Islam (Episode 1)

Biasanya solat yang sering ditinggalkan adalah solat subuh. Dia menulis konten semalaman dengan begadang, yang akhirnya dia meninggalkan solat subuh karena bangun kesiangan. Hal yang demikian membuat pekerjaan ngeblognya haram, karena menjadi penyebab melalaikan solat yang merupakan kewajiban dari Allah SWT.

18. Menyepelekan panggilan orang tua

Kemudian ketika sedang ngeblog juga jangan menyepelekan orang tua yang sedang memanggil. Gara-gara terlalu fokus ngeblog, sampai-sampai dia tidak mendengar panggilan orang tuanya. Hal seperti ini juga dilarang keras oleh Agama Islam. Jangankan sedang ngeblog, ketika sedang melaksanakan solat sunah pun wajib dibatalkan dengan segera jika orang tua kita memanggil kita.

Ada sebuah kisah seperti Juarij yang menyepelekan panggilan orang tuanya. Dia hanya fokus solat dan tidak memperdulikan panggilan orang tuanya. Akhirnya dia mendapat doa yang buruk dari orang tuanya dengan fitnah zina yang dia dapat. Oleh karena itu, jangan sampai blogger menyepelekannya, apalagi ketika orang tua meminta bantuan. Maka harus dengan segera dia membantunya agar pekerjaan ngeblognya mendapatkan berkah karena doa orang tua.

19. Mengabaikan kesehatan

Seorang blogger syariah juga hendaknya bisa menjaga kesehatannya. Mengabaikan kesehatan merupakan hal yang dilarang oleh agama. Hal tersebut sama seperti menganiaya diri sendiri, sedangkan perbuatan menganiaya diri sendiri dilarang keras oleh Agama Islam. Terlalu fokus ngeblog sampai lupa dengan kesehatan tentu akan sangat merugikan dirinya. Kesehatan adalah hal terpenting dalam hidup, jika sudah merasakan sakit maka dia tidak akan bisa ngeblog lagi sebelum sembuh.

Ngeblog dalam keadaan sakit tidak akan bisa fokus dan hanya akan menulis konten yang asal-asalan. Orang yang sedang sakit tidak bisa berpikir dengan jernih. Sedangkan ketika hendak ngeblog, maka dia harus benar-benar menggunakan pikirannya untuk mencari ide-ide agar kontennya menarik untuk dibaca. Oleh karena itu, jagalah kesehatan dan jangan mengabaikannya, agar selalu bisa ngeblog setiap harinya.

20. Mengabaikan tetangga

Selanjutnya adalah mengabaikan tetangga dekatnya di sebelah rumahnya. Biasanya seorang blogger yang terlalu fokus dengan blognya akan mengabaikan tetangga dekatnya. Dia tidak pernah memperdulikan tetangga sekitarnya. Bahkan seharian penuh dia hanya berdiam di dalam rumahnya tanpa bersosialisasi dengan orang lain. Hal yang demikian juga merupakan perbuatan yang dilarang oleh Agama Islam.

Rekomendasi: 11 Penyedia Domain dan Hosting yang Murah dan Tepercaya

Agama Islam memerintahkan agar setiap manusia bisa saling tolong menolong dan bergotong royong dalam bermasyarakat. Jika seorang blogger mengabaikan tetangganya yang sedang kesulitan karena suatu masalah, dia akan berdosa karenanya. Maka, janganlah sampai mengabaikan tetangga yang meminta tolong hanya karena fokus ngeblog. Siapa tahu ketika blogger tersebut sedang bermasalah juga, tetangganya terlebih dahulu yang bisa menolongnya. Bukan saudara-saudaranya yang jauh darinya.

21. Mengklik iklan sendiri

Mengklik iklan sendiri termasuk pelanggaran berat jika terdetekdi oleh pihak google. Salah satu persyaratan untuk mengikuti program google adsense adalah dilarang untuk mengklik iklan sendiri. Bagaimanapun caranya, apakah itu dengan menggunakan vpn, mengganti-ganti ip address, atau yang lainnya. Hal tersebut termasuk suatu kecurangan dan tentu merupakan perbuatan dosa di mata Agama Islam.

Dengan mengklik iklan sendiri juga bisa menyebabkan akun google adsense dibanned. Dan dia tidak diperbolehkan mengikuti program google adsense lagi akibat perbuatan tersebut. Dan dia juga tidak akan mendapatkan penghasilan lagi karena akun yang dibanned tersebut.

22. Membuat konten menyesatkan

Konten yang isinya menyesatkan juga merupakan suatu hal yang tidak baik untuk ditulis oleh seorang blogger. Karena efeknya bukan hanya satu atau dua orang saja yang kena, namun beberapa orang kana terkena efeknya juga. Sehingga banyak orang-orang menjadi sesat karena konten tersebut. Biasanya hal tersebut berkaitan dengan masalah agama.

Banyak di zaman sekarang ajaran-ajaran yang menyesatkan dan jauh dari ajaran Agama Islam yang benar. Untuk orang yang alim mungkin hal tersebut tidak akan mempan, tapi bagi orang-orang yang awam tentunya mereka akan terjerumus kepada kesesatan tersebut. Dosa yang didapatkan penulis konten pun akan mengalir menjadi dosa jariyah karena mengajarkan ajaran yang tidak benar sesuai dengan yang tertulis pada al-Quran dan Sunnah Rasullullah SAW.

23. Menjual barang-barang yang diharamkan (online)

Kemudian menjual barang-barang yang diharamkan oleh Agama Islam. Seperti minuman keras, daging babi, darah (marus), bangkai binatang, organ tubuh manusia, dan lain-lain. Biasanya jual-beli seperti ini menggunakan sistem online, dengan menggunakan blog khusus jual-beli. Jika memang demikian, maka blogger atau penjual barang-barang tersebut akan mendapatkan dosa akibat perbuatannya. Dosa tersebut terus dia dapatkan sampai dia menutup blognya, atau mengganti berjualan barang-barang yang dihalalkan.

Rekomendasi: Do This! Your Website will Obtain Many Visitors

24. Menipu pembeli (online)

Masih berkaitan dengan blog jual-beli online. Blogger atau penjual online yang menipu pembelinya dengan cara online juga merupakan sesuatu perbuatan yang buruk di mata Agama Islam. Dia akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak dengan membayarnya dengan amalan-amalan ketika hidup di dunia kepada orang-orang yang ditipunya. Karena sangat sulit sekali mencari tersangka penipuan online, jika dibandingkan dengan penipuan yang terang-terangan bertemu secara langsung.

25. Menjual barang-barang rusak atau kadaluarsa (online)

Masih ada kaitannya dengan jual-beli online di atas. Selain menjual barang-barang yang diharamkan, menjual barang-barang rusak juga dilarang oleh Agama Islam. Barang-barang yang rusak biasanya berbentuk barang yang tahan lama atau awet. Dilarang juga menjual barang-barang yang sudah kadaluarsa. Barang-barang kadaluarsa biasanya berbentuk barang yang mudah habis atau makanan dan minuman. Maka jangan sekali-kali para blogger atau penjual online untuk melakukannya!

26. Mengabaikan istrinya

Bukan hanya mengabaikan panggilan orang tuanya saja yang dilarang oleh Agama Islam. Tapi mengabaikan istrinya juga merupakan hal yang sangat buruk. Jangan sampai karena terlalu fokus ngeblog, dia sampai mengabaikan istrinya, bahkan tidak memenuhi kewajibannya sebagai suami. Hal yang demikian sangat tidak Allah sukai. Istri merupakan amanah yang Allah berikan kepada seorang suami (pria). Maka jangan sia-siakan pemberian tersebut. Berilah dia perhatian, jangan perhatikan blog saja!

27. Mengabaikan anak-anaknya

Bagi seorang suami juga tidak boleh mengabaikan anak-anaknya jika sudah mempunyai anak. Sama seperti istrinya harus dia perhatikan juga. Blogger yang sudah berkeluarga harus bisa mengatur waktu antara mengurus istrinya dan anak-anaknya. Jangan habiskan waktunya hanya fokus kepada blog saja. Karena hal tersebut akan menimbulkan perpecahan dalam rumah tangganya kelak.

Begitu juga untuk para istri yang menjadi seorang blogger. Jangan pula mengabaikan suaminya dan anak-anaknya karena fokus kepada blog yang diurusnya. Walaupun hasilnya besar, tetap saja tidak ada hasil yang lebih besar dibandingkan dengan keluarganya.

Wallahu A'lam Bishawab

Belum ada Komentar untuk "Blogger Syariah yang Sesuai dengan Tuntunan Agama Islam (Episode 2)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel