>

Blogger Syariah yang Sesuai dengan Tuntunan Agama Islam (Episode 1)

Blogger Syariah Sesuai Islam 1

Vadcoy.com - Menjadi seorang blogger tentu mempunyai rambu-rambu yang harus ditaati. Baik itu rambu-rambu menurut sesama blogger sendiri dan juga rambu-rambu menurut tuntunan agama yang harus kita ketahui. Supaya seseorang yang ingin menjadi blogger tidak seenaknya dan semena-semena. Harus diketahui pula, dalam ajaran Agama Islam menjadi blogger tentu memiliki beberapa aturan tertentu. Sehingga tercegah dari perbuatan dosa yang akan membuat dia menyesal ke depannya kelak.

Ada aturan yang telah diatur oleh UUD negara RI, karena kita tinggal di Indonesia. Ada juga aturan yang telah diatur oleh ajaran Agama Islam, karena yang akan dibahas adalah Agama Islam. Untuk terhindar dari dosa akibat menjadi blogger atau ngeblog, maka sebaiknya harus menjadi blogger syariah. Di mana blogger tersebut tidak melanggar aturan Agama Islam.

Lalu seperti apa blogger syariah yang dimaksud? Di bawah ini akan Admin jelaskan bagaimana menjadi blogger syariah yang sesuai dengan tuntunan Agama Islam. Sehingga hasilnya pun akan menjadi berkah untuk kehidupan. Maka hindari hal-hal berikut ini agar bisa menjadi blogger syariah.

1. Plagiat konten

Seorang blogger tidak boleh plagiat dari konten blog orang lain. Hal yang demikian merupakan pelanggaran yang sudah diatur oleh UU tentang IT. Bahkan menurut hukum agama juga tidak boleh plagiat konten orang lain tanpa izin dari penulisnya. Walaupun izin juga, biasanya harus dicantumkan sumbernya. Plagiat sama saja seperti copas (copy paste). Lebih baik menulis sendiri walaupun masih belum cocok untuk dibaca, dari pada harus plagiat yang akan membuatnya mendapatkan dosa.

2. Plagiat gambar

Sama seperti plagiat konten, plagiat gambar juga harus dihindari oleh para blogger yang ingin hasilnya berkah dan halal. Asal comot gambar orang lain tanpa izin merupakan bentuk pelanggaran hak cipta. Jika pemilik gambar tersebut keberatan karena gambarnya dicomot tanpa izin, bisa-bisa blog yang plagiat tersebut akan dibanned selamanya oleh pihak google. Dan tentunya harus membuat blog baru lagi.

Rekomendasi: Blogger Syariah yang Sesuai dengan Tuntunan Agama Islam (Episode 2)

3. Plagiat musik

Plagiat musik juga dilarang dalam dunia blogger. Musik yang diciptakan oleh orang lain, lalu kita seenaknya mengakui musik tersebut untuk dipasang pada blog kita, hal tersebut merupakan plagiat musik. Sebaiknya hindari yang namanya plagiat musik tersebut. Lalu cobalah untuk membuat musik sendiri, walaupun kurang enak didengar, jika terus belajar lama-kelamaan akan menjadi musik yang indah.

4. Plagiat video

Blogger syariah juga dilarang untuk melakukan plagiat video. Orang lain sudah susah payah membuat video, lalu kita seenaknya mencomot video tersebut. Hal demikian adalah merupakan pelanggaran yang mana pelakunya bisa dipenjara. Begitu juga dengan hukum agama, dia telah mendapatkan dosa akibat perbuatan tersebut. Bertobat saja tidaklah cukup, dia harus minta maaf kepada pemilik video tersebut jika ingin diampuni Allah SWT.

5. Melakukan bw + ads

Apa itu bw + ads? Bw + ads adalah saling mengunjungi antara blogger yang satu dengan blogger yang lain. Adapun yang dilarangnya adalah saling mengklik iklan antara blog atas kesepakatan kedua blogger atau beberapa blogger. Dan tentunya hal ini akan menghasilkan uang dari google adsense. Uang yang dihasilkan pun tentu tidak akan berkah karena melakukan kecurangan tersebut.

Selain itu, bw + ads juga merugikan pihak pengiklan. Yang seharusnya iklan tersebut untuk pembaca yang benar-benar ingin membeli produk tersebut, tapi malah hanya untuk dijadikan bahan saling klik oleh para blogger yang nakal. Tak heran jika blog yang sering melakukan bw + ads umurnya tidak akan lama. Pihak google akan segera mengambil tindakan dengan menonaktifkan iklannya, bahkan dibanned blognya.

6. Menjelekkan blog lain

Sesuai dengan tuntunan Agama Islam, menjelek-jelekkan orang lain merupakan perbuatan buruk dan berdosa. Bukan hanya menjelekkan orang lain saja, menjelekkan produk orang l;ain pun dilarang dalam agama. Sedangkan blog merupakan suatu produk yang berbentuk digital, jika dijelek-jelekkan sama saja dengan menjelekkan produk orang lain. Oleh karena itu, dia akan berdosa dan harus meminta maaf kepada pemilik blog tersebut.

Rekomendasi: Cara Mengganti Domain Blogspot Melalui Niagahoster

7. Menjelekkan orang lain pada konten

Kemudian menulis konten yang isinya hanya untuk menjelek-jelekkan orang lain juga dilarang dalam Agama Islam. Seorang blogger syariah tentu akan menghindari hal yang demikian. Adapun untuk memperbaikinya, menghapus kontennya saja tidak cukup baginya untuk diampuni, dia juga harus meminta maaf kepada orang yang dijelek-jelekkan tersebut. Sehingga dia akan selamat di akhirat kelak.

8. Membuat konten hoax

Biasanya konten yang seperti ini berbentuk berita. Menyebarkan berita hoax adalah perbuatan yang sangat buruk bagi para blogger. Berita hoax sama saja dia menyebarkan berita yang tidak benar dan belum bisa dipastikan kebenarannya. Jika dia ketahuan oleh pemerintah, maka dia bisa dipenjara karena menyebarkan berita hoax sudah ada UU nya. Maka jangan sekali-kali para blogger tersebut untuk menyebarkan berita hoax tersebut. Sebaiknya dia telusuri terlebih dahulu kebenarannya.

9. Membuat konten pornografi

Konten pornografi merupakan salah satu konten yang dilarang oleh pihak google. Jika blog kita terdapat konten yang berbau pornografi, bisa jadi adsense kita akan dibanned. Bukan hanya itu, blog-blog yang menyediakan video-video porno secara tidak sadar pemiliknya sudah mendapatkan dosa jariyah. Setiap ada pengunjung yang menonton video tersebut, maka pemilik blog tersebut pun mendapat dosanya.

Bisa dibayangkan jika sehari terdapat 1.000 pengunjung saja, maka berapa dosa jariyah yang akan dia dapatkan. Jika dia benar-benar ingin menjadi blogger syariah, sebaiknya hapus blog tersebut. Dan buatlah blog yang lebih bermanfaat lagi untuk menebus dosa-dosa akibat blog pornografi sebelumnya. Jangan sekali-kali meremehkan yang namanya dosa jariyah!

10. Membuat konten perjudian

Judi merupakan suatu perbuatan yang diharamkan oleh agama dan negara. Maka, segala bentuk perjudian baik itu secara langsung atau online sama saja hukumnya haram dan berdosa bagi yang melakukannya. Konten yang berbau judi saja sudah diharamkan walaupun hanya satu. Apalagi blog yang berbau perjudian, tentu di dalamnya konten-konten judi semua.

Rekomendasi: Tutorial Memasang Kode Script pada Postingan/Artikel Blog

Hasil dari blog perjudian sudah dipastikan haram dan tidak akan berkah. Lebih-lebih hasil tersebut untuk dibelikan makanan dan minuman, sungguh sangat kasihan sekali blogger yang menikmati hasil dari konten dan blog yang berbau perjudian.

11. Membuat konten ramalan

Konten yang isinya tentang ramalan juga merupakan hal yang dilarang oleh tuntunan Agama Islam. Hal itu sama saja mengajak para pembaca untuk menyekutukan Allah. Mengajak para pembaca agar tidak mempercayai Kuasa Allah SWT. Dan harus diingat, salah satu dosa besar di antara beberapa dosa besar adalah menyekutukan Allah. Oleh karenanya, jika pada blog kita ada konten yang isinya tentang ramalan, maka segera dihapus dan segera bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha.

12. Membuat konten kekerasan

Pihak google juga melarang untuk membuat konten-konten yang berisi tentang kekerasan. Seperti konten pembunuhan dengan pisau yang di konten tersebut pisaunya diperlihatkan dengan jelas. Berbeda jika disensor, maka masih diperbolehkan. Adapun konten yang berbau kekerasan dikhawatirkan bisa membuat para pembaca terpengaruh dengan konten tersebut, yang nantinya akan ditiru oleh para pembaca. Tentu hal yang seperti ini juga merupakan dosa jariyah karena sudah menunjukkan seseorang untuk berbuat kejelekkan.

13. Membuat konten penipuan

Menipu merupakan perbuatan dosa yang dilarang oleh Agama Islam. Begitu juga dengan negara, dengan melarang penipuan yang dilakukan oleh seseorang. Pelakunya pun akan dipenjara jika ketahuan. Di zaman sekarang banyak sekali modus penipuan yang dilakukan oleh beberapa orang. Terutama dengan menggunakan blog yang berisi konten-konten penipuan.

Menipu orang sama saja seperti mendzalimi orang lain, baik itu secara langsung maupun tak langsung. Kelak di akhirat pembuat konten penipuan itu akan dimintai pertanggungjawabkan. Bertanggungjawab kepada orang-orang yang ditipu ketika di dunia kelak, dan penipu pun akan dikurangi amalannya karena mendzalimi orang lain. Jika dia tidak mempunyai amalan, maka dosa orang yang ditipu akan dipindahkan kepada penipu tersebut.

(Bersambung)

Belum ada Komentar untuk "Blogger Syariah yang Sesuai dengan Tuntunan Agama Islam (Episode 1)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel