>

11 Jenis Penilaian Hasil Belajar pada Peserta Didik

Jenis Penilaian Hasil Belajar

Vadcoy.com - Dalam mengevaluasi peserta didik, seorang guru biasanya memiliki beberapa penilaian yang harus dia gunakan. Karena dia tidak boleh memberikan nilai asal-asalan pada peserta didiknya. Jika demikian, maka guru tersebut telah berbuat curang pada muridnya. Oleh karena itu, guru harus bisa menggunakan berbagai macam jenis penilaian yang akan dibahas pada postingan kali ini. Ada 11 jenis penilaian yang bisa dilakukan seorang guru untuk menilai peserta didiknya.

1. Penilaian tertulis

Penilaian tertulis yang sering umum dilakukan hampir di setiap sekolah, bahkan di perguruan tinggi juga ada penilaian jenis ini. Para siswa dites kemampuannya tentang pelajaran yang sudah dipelajarinya selama satu semester, atau setiap satu minggu sekali. Guru bisa mendapatkan berbagai informasi tentang kemampuan siswanya masing-masing dengan tes ini. Sehingga guru juga bisa mengevaluasi mana yang harus diperbaiki agar siswanya semakin lebih baik lagi.

Seiring berkembangnya zaman, tes tertulis ini yang mulanya menggunakan alat tulis, seperti kertas, pulpen, pensil, penghapus, penggaris, dll. Sekarang sudah menggunakan alat modern seperti komputer dengan cara online. Jadi para siswa akan lebih mudah dalam mengerjakan tes ini, dan juga bisa menghemat banyak waktu. Bukan hanya siswa saja yang dimudahkan dengan tes di zaman digital ini, tentunya guru pun mendapat kemudahan. Dia tidak perlu mencoret-coret kertas untuk menilai hasilnya, dia hanya cukup membuka komputer dan membuka data yang sudah dikerjakan para siswa untuk menilainya.

Bahkan untuk ke depannya lagi mungkin tes tertulis ini akan semakin canggih lagi. Di samping bisa menghemat waktu, mungkin akan bisa membuat siswa semakin rajin dalam belajar ketika sudah melakukan tes ini. Tentu ada cara-cara tertentu untuk melakukannya. Inilah tugas para guru agar bisa membuat siswa-siswanya semakin lebih berguna lagi bagi masyarakat dan negaranya.

2. Penilaian sikap

Lalu yang kedua adalah penilaian sikap. Penilaian ini tidak boleh sembarangan dilakukan oleh sang guru. Dalam penilaian ini sang guru harus mempunyai ilmu etika, prilaku, budi pekerti, moral, dan akhlak. Jika guru tidak mempunyai ilmu-ilmu tersebut, bagaimana dia bisa menilai sikap siswanya, bagaimana dia bisa tau jika siswanya berbuat baik atau buruk. Jadi, guru harus bisa mengetahui jika siswanya bebrbuat baik atau buruk dengan ilmu-ilmu tersebut.


Selain guru harus menilai sikap para siswanya, guru juga harus bersedia untuk menasehati mereka jika berbuat salah. Guru membimbing mereka pada perbuatan yang lebih baik lagi agar sikap mereka tidak bertambah buruk ke depannya. Sehingga ketika bergaul di masyarakat, mereka tidak akan menjadi sampah masyarakat dan kebalikannya, mereka akan berguna dan dibutuhkan oleh masyarakat di lingkungannya.

3. Penilaian kelas

Penilaian yang ketiga adalah penilaian kelas. Penilaian ini meliputi ujian akhir semester, ujian tengah semester, dan ulangan harian. Adapun tujuan penilaian ini hanya untuk mencapai KKM dalam pembelajaran di kelas setiap harinya. Sehingga jika sudah mencapai KKM, maka guru itu berhasil dalam pembelajaran di kelas selama satu semester penuh. Sebaliknya, jika belum bisa mencapai KKM, maka guru tersebut harus mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukannyselama satu semester penuh sampai mencapai KKM yang ditentukan.

4. Penilaian penugasan

Penilaian penugasan atau bisa disebut penilaian proyek. Penilaian ini adalah penilaian di mana para siswa diberikan satu tugas atau beberapa tugas oleh gurunya. Tugas ini nantinya harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Jika tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu, maka siswa tersebut dianggap gagal dalam tugas ini dan tidak mendapat nilai.

Adapun jika menyelesaikannya tepat waktu, maka guru juga belum selesei dalam menilai tugas tersebut. Dia harus memeriksa tugas mereka, apakah tugas tersebut sudah cukup layak atau masih harus diperbaiki. Di sinilah kemampuan para siswa dilatih agar bisa lebih mandiri dalam menyelesaikan suatu masalah di masa depan kelak.

5. Penilaian hasil kerja

Penialaian hasil kerja ini biasanya bebentuk suatu produk yang dibuat oleh siswa. Untuk penilaian hasil kerja ini, biasanya para siswa harus bisa memanfaatkan suatu bahan untuk dijadikan suatu produk tertentu. Misalnya bahan seperti benang, maka para siswa harus memanfaatkan benang tersebut untuk dijadikan sebuah pakaian yang bagus dan menarik. Biasanya juga dalam penilaian ini, selalu berkaitan dengan seni para siswa. Mereka dilatih tentang seberapa dalam jiwa seni yang mereka miliki.


6. Penilaian program

Penilaian yang keenam adalah penilaian program. Penilaian ini merupakan penilaian terhadap kurikulum yang biasa digunakan pada sekolah. Tujuannya untuk menyesuaikan dengan tujuan pendidikan nasional yang telah ditentukan. Adapun hasil dari penilaian program, untuk menindaklanjuti dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang selama itu dilakukan. Sehingga para siswa bisa lebih kreatif dan aktif lagi dalam proses pembelajaran nantinya. Bukan hanya guru saja yang aktif, tetapi mereka juga harus bisa aktif.

7. Penilaian portofolio

Penilaian yang ketujuh adalah penialaian portofolio. Penilaian ini biasanya guru mewajibkan para siswanya untuk mengumpulkan catatan-catatan mereka selama proses pembelajaran tertentu. Kemudian guru bisa menilai mereka dari catatan-catatan tersebut. Lalu guru pun mengevaluasi mereka untuk menjadi lebih baik lagi. Sehingga mereka bisa mendapatkan nilai yang baik dan lulus tepat pada waktunya.

8. Penilaian diri sendiri

Kemudian yang kedelapan adalah guru meminta siswanya untuk menilai dirinya sendiri. Caranya guru menyuruh siswanya untuk mengungkapkan tentang dirinya yang diketahuinya dengan jujur. Misalnya siswa mengungkapkan sesuatu yang dia miliki, baik itu kekurangannya ataupun kelebihannya. Kemudian hal tersebut dicatat oleh guru untuk evaluasi ke depannya terhadap siswa tersebut. Dengan cara seperti itu, guru bisa menilai dan memahami para siswanya secara mendalam.

Tentunya hal tersebut harus dilakukan satu persatu, jangan dilakukan secara keseluruhan. Karena biasanya ada beberapa siswa yang malu untuk mengungkapkan tentang dirinya jika dalam keadaan ramai. Berbeda jika keadaan sepi atau hanya empat mata saja, siswa tersebut tidak akan sungkan untuk mengungkapkan tentang dirinya itu. Maka untuk penilaian yang seperti ini, guru haruslah pandai dalam melihat situasi dan kondisi para siswanya.


9. Penilaian antar teman

Selanjutnya yang terakhir adalah penilaian antar teman. Penilaian ini sama seperti penilaian pada dirinya sendiri. Namun yang membedakan penilaian antar teman yang mengungkapkan adalah temannya sendiri. Jadi antara siswa yang satu dengan yang lainnya harus saling mengenal lebih dalam. Sehingga mereka bisa mengungkapkan karakteristik siswa yang lain kepada gurunya. Dan guru pun memperoleh informasi para siswanya menjadi lebih mudah.

Keunggulan dari penilaian ini sudah pasti para siswa akan lebih mengenal satu sama lain. Karena mereka dituntut harus bisa mengungkapkan karakteristik temannya yang ada di dalam satu kelas tersebut. Jika dia tidak mau berteman dengan siswa lain, sudah pasti penilaian antar teman ini tidak bisa dia dapatkan. Dan tentunya dalam penilaian ini juga sang guru harus bisa membimbing para siswanya. Jangan sampai segala aib yang dimiliki oleh masing-masing siswa terbongkar. Begitu juga dengan beberapa rahasia yang tidak boleh diungkapakan di depan umum. Jadi guru haruslah pandai-pandai membimbing para siswanya ketika mengungkapkan tentang teman-temannya agar tidak menjelekkan namanya.

Belum ada Komentar untuk "11 Jenis Penilaian Hasil Belajar pada Peserta Didik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel