>

11 Jenis Belajar yang Harus Dipahami oleh Pendidik dan Peserta Didik

11 Jenis Belajar yang Harus Dipahami

VADCOY - Belajar adalah suatu usaha sadar orang dewasa kepada orang yang membutuhkan (belum dewasa) untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku, yang didapat dari pengalamannya dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar mempunyai beberapa jenis yang mana jenis-jenis tersebut akan dibahas di sini. Adapun jenis-jenis belajar itu sendiri adalah sebagai berikut.

1. Jenis Belajar Bagian

Pada umumnya, jenis ini dilakukan oleh seseorang bila ia dihadapkan pada materi belajar yang bersifat luas atau ekstensif. Seperti mempelajari sajak ataupun gerakan-gerakan motoris seperti bermain silat. Dalam jenis ini juga menjadikan individu memecah seluruh materi pelajaran menjadi bagian-bagian yang satu sama lain berdiri sendiri. Adapun lawan dari belajar bagian adalah belajar keseluruhan atau belajar global.

2. Jenis Belajar dengan Wawasan

Jenis belajar ini diperkenalkan oleh W. Kohler, di mana ia adalah salah seorang tokoh Psikologi Gestalt pada awal tahun 1971. Wawasan merupakan pokok utama dalam pembicaraan psikologi belajar dan proses berfikir. Walaupun dalam menerangkan wawasan, Kohler sendiri selalu berorientasi pada data yang bersifat tingkah laku. Tetapi, wawasan yang merupakan konsep secara prinsipil ini ditentang oleh penganut aliran neo-behaviorisme. Gestalt mengemukakan bahwa teori wawasan adalah proses mereorganisasikan pola-pola tingkah laku yang telah terbentuk menjadi satu tingkah laku yang ada hubungannya dengan penyelesaian suatu masalah.

Adapun menurut pendapat G. A. Miller, wawasan adalah kreasi dari rencana penyelesaian (meta program) yang mengontrol rencana-rencana subordinasi lain (pola tingkah laku) yang terbentuk. G. A. Miller adalah seseorang yang menganjurkan behaviorisme subjektif.

3. Jenis Belajar Diskriminasi

Jenis ini diartikan sebagai suatu usaha untuk memilih beberapa sifat situasi/stimulus dan kemudian menjadikannya sebagai pedoman dalam bertingkah laku. Oleh karena itu, dalam eksperimen subjek diminta untuk berespon secara berbeda-beda terhadap stimulus yang berlainan.

4. Jenis Belajar Global/Keseluruhan

Para peserta didik mempelajari bahan pelajaran secara keseluruhan dengan diulang-ulang sampai mereka menguasainya. Jenis ini termasuk lawan dari jenis bagian. Adapun metodenya sering disebut dengan metode Gestalt.


5. Jenis Belajar Insidental

Pada jenis ini, individu tidak mempunyai kehendak atau tujuan untuk belajar. Bila tidak ada instruksi atau petunjuk yang diberikan pada peserta didik mengenai materi pembelajaran, maka ini disebut belajar insidental. Belajar insidental pun merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Inilah juga yang menjadi bahan pembicaraan yang menarik bagi para ahli belajar insidental.

6. Jenis Belajar Instrumental

Belajar instrumental bisa juga diartikan sebagai belajar yang tidak bertujuan dan berarah, jadi bagaimana pendidik untuk mengarahkan peserta didiknya. Misalnya pembentukan tingkah laku, peserta didik akan diberikan hadiah jika ia bertingkah laku sesuai dengan yang dikehendaki oleh pendidik. Namun sebaliknya, jika ia bertingkah laku tidak sesuai yang diharapkan, maka ia akan mendapat hukuman dari pendidik. Hal inilah yang akhirnya bisa membentuk karakter peserta didik.

7. Jenis Belajar Intensional

Belajar intensional merupakan lawan dari belajar instrumental, yaitu belajar berarah dan bertujuan.

8. Jenis Belajar Laten

Belajar laten atau juga disebut dengan belajar bertahap. Misalnya belajar tentang tingkah laku, maka tingkah laku peserta didik tidak akan terbentuk dengan segera, akan tetapi secara bertahap.

9. Jenis Belajar Mental

Pada jenis ini, kemungkinan perubahan tingkah laku yang terjadi tidak terlihat dengan nyata, melainkan hanya berupa perubahan proses kognitif karena ada bahan yang dipelajari. Belajar mental ini bisa terlihat dengan jelas pada tugas-tugas yang sifatnya motoris. Ada juga yang mendefinisikan bahwa belajar mental adalah dengan cara melakukan observasi dari tingkah laku orang lain, membayangkan gerakan-gerakan orang lain.


10. Jenis Belajar Produktif

Belajar produktif adalah belajar dengan transfer yang maksimum, seperti melakukan trasfer tingkah laku dari satu situasi ke situasi lain. Penamaan produktif bila individu mampu mentransfer prinsip menyelesaikan satu persoalan dalam satu situasi ke situasi lain.

11. Jenis Belajar Verbal

Belajar verbal maksudnya belajar mengenai materi verbal dengan melalui latihan dan ingatan. Adapun dasarnya, diperlihatkan dalam eksperimen klasik dari Ebbinghaus.

Belum ada Komentar untuk "11 Jenis Belajar yang Harus Dipahami oleh Pendidik dan Peserta Didik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel