>

Awali Segala Sesuatu dengan Niat! Keajaiban Niat

Keajaiban Niat

VADCOY - Apa itu niat? Bagaimana cara kerja niat? Apakah niat lebih utama dari perbuatan (amal)? Admin akan membahasnya pada kutipan di bawah ini coy!

Tak akan pernah kaki kita melangkah ke masjid kalau tidak ada niat. Tak akan pernah terbang ke Mekah kalau tidak ada niat. Besar atau kecil perbuatan kita selalu diawali oleh niat. Tentu saja niat di sini berbeda dengan berangan-angan. Angan-angan adalah suatu keinginan tak berujung coy. Pengennya banyak tidak melihat kondisi dan tidak ada pula usahanya. Istilah Imam Ghozali adalah "thulul amal". Kita tidak disarankan banyak keinginan, karena berakibat buruk pada hati nantinya coy.

Sementara itu, niat dipahami sebagai penetapan target yang diiringi usaha untuk mewujudkannya. Jika ada arah melintang lain perkara. Niat itu tetap sebagai satu kebaikan coy. Ibaratnya proyek terkena force majeure (keadaan kahar), maka tetap akan menerima pembayaran.

Keajaiban Niat

Rasulallah SAW bersabda, bahwa hanya amalan-amalan yang didahului niatlah yang diterima Allah SWT. Bahkan, baru niat melakukan kebaikan saja, Allah SWT akan segera mencatatnya sebagai amalan telah melakukan satu kebaikan coy. Luar biasa bukan!

Ada yang lebih menarik lagi adalah diksi al-a'maal (jamak) dan an-niyyat (jamak) dalam hadis populer tentang niat itu coy. Maka bisa bermakna satu pekerjaan disertai beberapa niat, atau satu niat dengan beberapa pekerjaan. Lebih dari itu, beberapa pekerjaan dengan beberapa niat. Pokoknya seperti itulah coy!


Bukankah niat tidak sepele? Jika setiap niat adalah satu kebaikan yang berpahala, sementara dari satu pekerjaan bisa disertai beberapa niat, maka banyak sekali kebaikan yang kita raih coy. Contohnya, kita menggendong bayi tetangga. Satu pekerjaan ini bisa diniatkan dengan memberi kasih sayang pada bayi itu, menyenangkan hati orang tuanya, menjalin persaudaraan dengan tetangga, dan lain-lain. Kuncinya hanya satu coy, yaitu agar setiap niat dilaksanakan dengan ikhlas! Jangan dengan keterpaksaan!

Memang agak susah untuk ikhlas! Urusan ikhlas adalah urusan hati yang bersih semata-mata mengembalikan niat, amal sholeh, sodaqoh, pekerjaan, dll, hanya untuk Allah SWT. Dalam surat al-Ikhlas, tidak ada kata ikhlasnya coy. Surat pendek ini menjelaskan dengan tegas bahwa Allah SWT adalah tempat bergantung (Allahu as-Shomad). Jadi ikhlas itu tidak ada tujuan lain kecuali Lillahi Ta'ala.

Dalam hukum Islam dikenal istilah "al-umuuru bima qhosidiha" (bahwa segala sesuatu dinilai dari motif pelaksanaannya). Kaidah ini menilai maksudnya, bukan apa yang dikerjakannya coy. Maka betapa pentingnya niat. Niat itu menjadi landasan amalan apapun yang dikerjakan oleh seorang mukmin.

Maka peliharalah amalan kita dengan niat coy! Jika rasa riya, pamer, dan popularitas menggoda kita, segera kembalikan ke niat. Niat memang di dalam hati, tapi berbisiklah sekadar terdengar oleh telinga sendiri agar niat kita ikhlas coy. Ajaklah tubuh kita untuk ikut serta fokus melaksanakan niat tersebut.

Di atas disebutkan, jika ada arah melintang atau kendala yang menghalangi pencapaian dalam mewujudkan niat, maka tetap Allah SWT mencatatnya sebagai kebaikan. Misalkan saja dosa kita melimpah karena selama bertahun-tahun brengsek, lalu kita niat bertobat, tapi tiba-tiba ajal menjemput. InsyaALLAH niat tersebut akan menggantikan dosa yang melimpah dengan berjuta kebaikan coy. Aamiin..


Baru niat saja kita sudah dapat pahala yang diniatkan. Luar biasa coy! Dalam hal ini, Rasulallah SAW. mengatakan bahwa niat seorang mukmin lebih baik dari amalannya. Makanya yuk! Picu andrenalin muhsinin kita dengan niat, mantapkan dalam hati dan ikrarkan dengan lisan yang berbisik ke telinga sendiri! So, awali segala aktifitas yang akan kita lakukan dengan niat terlebih dahulu! Maka, dengan begitu kita akan mendapatkan pahala yang dobel atau ganda dari Allah SWT.

Wallahu A'lam Bishawab

Belum ada Komentar untuk "Awali Segala Sesuatu dengan Niat! Keajaiban Niat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel